Deviasi Semantis dalam bentuk majas perbandingan dan pertautan pada cerpen "Pria Jangkung yang Kerap Tersandung"
Abstract
Penelitian ini mengkaji bentuk dan fungsi deviasi semantis dalam majas perbandingan dan pertautan pada cerpen Pria Jangkung yang Kerap Tersandung karya Vahira Mona Luthfita. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan teknik analisis isi, penelitian ini mengidentifikasi penggunaan simile, metafora, personifikasi, alegori, metonimia, dan sinekdoke sebagai bentuk deviasi semantis. Data diperoleh dari teks cerpen dengan teknik dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa deviasi semantis berfungsi sebagai sarana estetik sekaligus retoris yang menggambarkan gejolak batin tokoh dan realitas sosial. Simile menggambarkan kelelahan fisik dan emosional, sedangkan alegori menjadi simbol perlawanan terhadap norma sosial. Majas-majas tersebut memperkuat struktur tematik dan emosional cerita. Penelitian ini mendukung teori stilistika bahwa deviasi semantis memiliki peran penting dalam membentuk makna simbolik karya sastra.
References
Keraf, G. (2009). Diksi dan gaya bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Leech, G. N. (1969). A linguistic guide to English poetry. London: Longman.
Luxemburg, J. van, Bal, M., & Weststeijn, W. G. (1989). Pengantar ilmu sastra (A. Teeuw, Penerj.). Jakarta: Gramedia.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sudjiman, P. (1993). Memahami puisi. Jakarta: Pustaka Jaya.
Tarigan, H. G. (1986). Prinsip-prinsip stilistika. Bandung: Angkasa.
Vahira, M. L. (2025, Februari 1). Pria Jangkung yang Kerap Tersandung. Detik.com. Cerpen Pria Jangkung yang Kerap Tersandung
Copyright (c) 2025 Publisher STKIP Subang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright Notice
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




