HUBUNGAN KEADAAN ALAM DENGAN TRADISI MAKAN SAGU (AKA BILAN) DI KABUPATEN MALAKA

  • Marie De Mondvort Tabani PGSD FKIP Universitas Nusa Cendana
  • Hiwa Wonda PGSD FKIP Universitas Nusa Cendana
Keywords: Kata Kunci: Keadaan alam 1, Tradisi Makan Sagu 2, Aka Bilan 3, Kabupaten Malaka 4.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keadaan alam dengan tradisi makan sagu (Aka Bilan) di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai literatur ilmiah, laporan penelitian, dan artikel budaya yang membahas keterkaitan antara kondisi ekologis dan tradisi pangan masyarakat lokal. Hasil kajian menunjukan bahwa kondisi alam Malaka yang kering, beriklim tropis, dan memiliki vegetasi khas seperti pohon gewang (Corypha utan) membentuk kebiasaan masyarakat dalam mengolah sagu menjadi makanan tradisional (Aka Bilan). TradisiĀ  ini tidak hanya berfungsi sebagai strategi ketahanan pangan di wilayah beriklim kering, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya yang tinggi. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa interaksi antara manusia dengan lingkungannya menjadi faktor penting dalam pembentukan identitas budaya serta keberlanjutan pangan lokal.

References

Badan Pusat Statistik Kabupaten Malaka. (2023). KabupatenMalaka dalam Angka 2023. BPS Malaka.
Ellen, R. (1996). The Cultural Relaations of Classfication:An Analysis of Naulu Animal Categories. Cambridge University Press.
Keraf, S. (2010). Etika Lingkungan Hidup. Jakarta: Kompas.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Pantau Gambut. (2023). Sagu, Pahlawan Ekologi Nusantara. Diakses dari https://pantaugambut.id
Rapoport, A. (1982). The Meaning of the Bulit Environment. Beverly Hills: Sage Publications.
RRI Indonesia. (2024, 21 Agustus). Menyelami Filosofi Aka Bilan, Sagu Bakar Khas Malaka. Diakses dari https://rri.co.id
Steward, J. (1955). Theory of Culture Change: The Methodology of Multilier Evolution. University of lllinions Press.
Suroto, H. (2023). Budaya Sagu di Papua dari Masa Prasejarah hingga kini. Jakarta: BRIN Press.
Tulalessy, Q. D. (2021). Sagu Sebagai Makanan Rakyat dan Sumber Informasi Budaya di Indonesia Timur. Jurnal Antropologi Indonesia, 42(2), 115-126.
Published
2026-01-15
How to Cite
Marie De Mondvort Tabani, & Hiwa Wonda. (2026). HUBUNGAN KEADAAN ALAM DENGAN TRADISI MAKAN SAGU (AKA BILAN) DI KABUPATEN MALAKA. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(04), 121 - 129. https://doi.org/10.36989/didaktik.v11i04.10140