PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANGKAL HOAKS DAN RADIKALISME DI KALANGAN REMAJA
Abstract
This study discusses the increasing vulnerability of adolescents to hoaxes and radical ideologies along with the rapid development of digital media. The study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) in countering hoaxes and radicalism among adolescents. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews with Islamic Religious Education teachers and secondary school students, classroom observations, and documentation studies including syllabi and lesson plans. The findings indicate that Islamic Religious Education plays an important role in shaping moderate religious attitudes, fostering critical thinking skills, and increasing students’ awareness in responding to religious information. Through the internalization of religious moderation values, the principle of tabayyun, and contextual learning approaches, students become more selective and responsible in receiving and disseminating information. Therefore, Islamic Religious Education has strategic potential as a means of preventing hoaxes and radicalism in the digital era.
References
Arikunto, S. (2016). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Azra, A. (2015). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium III. Jakarta: Kencana.
Azra, A. (2017). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium III. Jakarta: Kencana.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. (2020). Strategi pencegahan radikalisme di kalangan generasi muda. Jakarta: BNPT.
Hasan, N. (2020). Pendidikan agama dan penguatan moderasi beragama di Indonesia. Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 123–138.
Hidayat, K., & Syam, N. (2020). Moderasi beragama di tengah pluralitas bangsa. Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 89–104.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Moderasi beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2021). Laporan penanganan hoaks di Indonesia. Jakarta: Kominfo.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nurdin. (2019). Pendidikan Islam dan deradikalisasi: Peran sekolah dalam mencegah radikalisme. Jurnal Edukasi Islam, 8(1), 45–60.
Rahman, F. (2021). Literasi digital dan tantangan pendidikan agama di era post-truth. Jurnal Studi Keislaman, 16(1), 55–70.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Zuhdi, M. (2017). Pendidikan Islam dan moderasi beragama di Indonesia. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 14(2), 1–15.
Zuhdi, M. (2018). Islam moderat dan penguatan pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 15(1), 1–14.











