ANALISIS MINAT MEMBACA PERMULAAN DENGAN MEDIA RUCA PADA PESERTA DIDIK KELAS 1 SEKOLAH DASAR
Abstract
Terdapat permasalahan yang ditemui dalam pembelajaran pada PPL 1 di SDN Panggung Lor Semarang yaitu terdapat peserta didik membaca dengan mengeja dalam artian belum bisa membaca. Permasalahan tersebut diketahui pada saat pembelajaran matematika mengenai soal cerita dengan materi mengukur dengan satuan tidak baku, dan juga dengan wawancara dengan guru. Terdapat 27 peserta didik 2 diantaranya belum mampu untuk membaca. Dalam mengatasi masalah tersebut didalam penelitian minat membaca permulaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis minat membaca permulaan dengan media RUCA pada peserta didik kelas 1 sekolah dasar tepatnya di SDN Panggung Lor Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Menggunakan trianggulasi teknik dalam pengumpulan datanya yaitu wawancara tidak terstruktur, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini terdapat peserta didik yang memiliki tingkat minat membaca permulaan rendah dengan hasil presentase : Membedakan bunyi awal (1) Lancar 69%, (2) Sedang 2%, (3) Tidak lancar 7%. Membaca Kata (1) Lancar 56%, (2) Sedang 37%, (3) Tidak Lancar 7%. Membaca cepat (1) Lancar 56%, (2) Sedang 37%, (3) Tidak Lancar 7%.
References
Bua, M. T., Santoso, A., & Hasanah, M. (2016). “Analisis Membaca Permulaan Dengan Cerita
Bergambar di Kelas I Sekolah Dasar”. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan. 1(9),1749-1752.
Dalman. 2014. Keterampilan Membaca. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Depdiknas. 2003. Undang-undang RI No.20 Tahun 2003. tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Hasim. Meningkatkan Minat Baca Siswa Kelas II melalui Cerita Bergambar pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN III Bulila Kec. Telaga Kab. Gorontalo. (Online), (http://ejurnal.fip.ung.ac.id/index.php/PDG/article/download/159/154), diakses 21 April 2016.
Syaefudin 2021. Model Pengembangan Membaca Terpadu Terhadap Sastra Anak Untuk Meningkatkan Minat Dan Kemampuan Membaca. PT Nasya Expanding Management. Bojong Pekalongan 54.











