PESERTA DIDIK DAN TAZKIYAH
Abstract
Manusia adalah makhluk yang memiliki aspek aktual dan aspek ruh (nafs). Manusia lebih tinggi dari malaikat karena aspek jiwa ini, tetapi mereka juga bisa lebih rendah dari hewan. Untuk menjadi makhluk yang mulia, jiwa (nafs) manusia ini harus dibersihkan. Dalam tasawuf, proses penyucian jiwa disebut tazkiyah al-nafs. Jenis penelitian ini adalah kajian pustaka yang dilanjutkan dengan analisis isi. Konsekuensi dari pemeriksaan ini adalah strategi tazkiyah al-nafs yang terdiri dari 3 tahapan, yaitu (1) membersihkan ruh dari sifat-sifat gaib (takhalli), (2) menghiasi ruh dengan sifat-sifat tahalli yang sangat baik dan (3) membuka kain kafan kepada Allah SWT, karena keadaan jiwa seperti sekarang ini tidak tercemar (tajalli). Kemudian, tazkiyah al-nafs berimplikasi pada pendidikan Islam, yaitu diperlukan proses pemurnian jiwa (tazkiyah al-nafs) untuk menumbuhkan keimanan, keyakinan, dan akhlak mulia pada individu. Jiwa para santri ini akan lebih mudah menerima, memahami dan mengamalkan ajaran Islam jika jiwanya bersih, suci dan sehat. Mereka juga akan lebih mudah menerima bimbingan dari para pendidik untuk mencapai cita-citanya sebagai abdullah dan khalifatullah.
References
Harahap, M. (2016). Esensi Peserta Didik dalam Perspektif Pendidikan Islam. Jurnal Al-Thariqah Vol. 1, No. 2, 140-155.
Harahap, M. Y., Ependi, R., & Amin, N. (2023). Model Pendidikan Tazkiyatun Nafs Dalam Membentuk Akhlakul Karimah Peserta Didik di Madrasah Aliya. JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 560-569.
Mutholingah, S. (2021). Metode Penyucian Jiwa (Tazkiyah Al-Nafs) dan Implikasinya Bagi Pendidikan Agama Islam. TA’LIMUNA, Vol. 10, No. 01, 67-81.
Rizki, A., Al Hamat, A., & Muhyani. (2014). Model Pendidikan Kepemimpinan Berbasis Tazkiyah Al Nafs. Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 139-167.
Sinulingga, N. N. (n.d.). Konsep Peserta Didik Dalam Al-Qur'an dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam Era Digital.











