KEMAMPUAN BERNALAR SISWA SD DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PENCERMINAN BERBASIS ETNOMATEMATIKA BENTENG PENDEM BERDASARKAN KEMAMPUAN AWAL

  • Arinda Aprilia Pratiwi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Madiun
  • Utami Pendidikan Matematika Universitas PGRI Madiun
  • Edy Suprapto Pendidikan Matematika Universitas PGRI Madiun
Keywords: Kata kunci: kemampuan bernalar, etnomatematika, pencerminan, kemampuan awal matematika

Abstract

Kemampuan bernalar adalah kemampuan menyajikan pernyataan matematika melalui lisan maupun gambar, menentukan pola, menyusun argumen, dan menarik kesimpulan. Etnomatematika merupakan matematika yang mengabungkan dengan budaya setempat. Etnomatematika dalam penelitian ini adalah benteng pendem yang disajikan dalam soal tes kemampuan bernalar tentang pencerminan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan bernalar siswa SD dalam menyelesaikan masalah pencerminan berbasis etnomatematika benteng pendem berdasarkan kemampuan awal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kelas V SD Negeri Pitu 2. Dalam penelitian ini menggunakan instrumen lembar tes kemampuan bernalar matematis yaitu lembar soal pertama dan lembar soal kedua dan pedoman wawancara. Analisis data menggunakan triangulasi waktu. Adapun indikator bernalar yaitu (1) kemampuan menyajikan pernyataan matematika melalui lisan maupun gambar, (2) kemampuan menentukan pola, (3) kemampuan menyusun argumen, (4) kemampuan menarik kesimpulan. Kesimpulan hasil dari penelitian ini (1) siswa yang mempunyai kemampuan awal matematika tinggi memenuhi keempat indikator bernalar, (2) siswa yang mempunyai kemampuan awal matematika sedang memenuhi kedua indikator bernalar yakni kemampuan menyajikan pernyataan matematika melalui lisan maupun gambar dankemampuan menentukan pola, (3) siswa yang mempunyai kemampuan awal matematika rendah tidak memenuhi keempat indikator bernalar.

 

References

Adji, N., & Rostika, R. (2006). Konsep Dasar Matematika. Bandung: UPI Press.
Albanese, V., & Perales, F. (2015). Enculturation with Etnomathematical micro project: from culture to mathematics. Jurnal of Mathematics & Culcure, 9(1), 1-11.
Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jawa Barat: Jejak.
Angki, M. A. (2013). Kesadaran Hukum Masyrakat Kampung Mahmud Untuk Memiliki Sertivikat Atas Hak Ulayat. Repository Upi, 66-68.
Arcavi, A. (2003). The role of visual representation in the learning of mathematics. Education studies in mathematics,52(3), pp.215-241.
Ardhiyanti, E., Sutriyono, & Pratama, F. W. (2019). Deskripsi Kemampuan Penalaran Siswa Dalam Pemecahan Masalah Matematika Pada Materi Aritmatika Sosial. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 91.
, S. (2011). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Ball, & Bass, L. (2012). Mathematical reasoning is no less than a basic skill, 5.
Bara, B., & Bucciarelli, M. (2000). Deduction anda Induction: Reasoning Through Mental Models. Mind & society,1(1), 95-107.
Barton , B. (1996). Etnomathematics: Exloring Cultural Diversity In Mathematics (Dissertation). Auckland: Universitas Of Auckland.
De'Ambrosio. (1999). Literacy,Matheracy, and Thechnoracy:A Trivium for Today. Math Think Learn, 131-153.
E.Suherman, & U.S Winataputra. (1993). Strategi Belajar Mengajar Matematika. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Endra, F. (2017). Pedoman Metodologi Penelitian (Statistika Praktis). Sidoarjo: Zifatama Jawara.
Fadjar, S. (2014). Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Pembelajaran Matematika.
Febriani, C., & Rosyidi, M. (2013). Indetifikasi Penalaran Induktif Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika. Mathedenusa, 2(1).
Febriani, P., Widada, W., & Herawaty, D. (2019). Pengaruh Pembelajaran Matematika Realistik Berbasis Etnomatematika Terhadap Kemapuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa SMA Kota Bengkulu. Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia, 129-132.
Fitriyah, D. N., Santoso, H., & Suryadinata, N. (2018). Bahan Ajar Transformasi Geometri Berbasis Discovery Learning melalui Pendekatan Etnomatematika. Jurnal Elemen, 145-158.
Gunhan. (2014). Reasoning. Reasoning is a skill that is demostrated during the ability to think coherently and logically and draw inferences or conclusions from factc known or assumed, 1.
Hobri. (2010). Metedologi Penelitian Pengembangan. Jember: Pena Salsabila.
Isnaeni, S. (2018). Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Dan Kemandirian Belajar Siswa SMP Pada Materi Persamaan Garis Lurus. Journal of Medives Volume 2, No. 1, 2018, pp, 107-115.
Lestari, E., & Yudhanegara, M. (2015). Penelitian Pendidikan Matematika (Panduan Praktis Menyusun Skrisi, Tesis, dan Karya Ilmiah dengan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi Disertasi dengan Model Pembelajaran dan Kemampuan Matematis. Bandung: Refika Aditama..
Linola, D. M., Marsitin, R., & Wulandari, C. T. (2017). Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Peserta Didik Dalam Menyelesaikan Soal Cerita di SMAN 6 Malang. PI: Mathematics Education Journal, 27-33.
Ningsih, & Isnani. (2010). Studi Kompratif Tingkat Reliabilitas Tes Prestasi Hasil Belajar Matematika Pada Tes Bentuk Uraian dengan Model Penskoran GPCM (Generalized Partial Credit Model) dan Penskoran GRM (Graded Response Models). Jurnal Dedaktik, 13.
Nurahman, I. (2011). Pembelajara Kooperatif Tipe Team-Accelerated Instruction (TAI). Untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran dan Komunikasi Matematika Siswa SMP, 96-130.
Purwaningtyas, K. (2019). Penalaran Siswa SMP terhadap Soal Geometri Tipe HOTS ditinjau dari Kemampuan Matematika. APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 95-102.
Ruseffendi, E. (1988). Pengajaran Matematika Modern dan Masa Kini Untu Guru dan SPG. Bandung: Tarsito.
Setiawan , E. (2019, Juni 14). Kamus Besar Bahasa Indonesia Online. Retrieved from Kamus Besar Bahasa Indonesia Online: https://kbbi.web.id/nalar-2
Setiawan, E. (2020, November 24). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Retrieved from Kamus Online: https://kbbi.web.id/
Shadiq, F. (2004). Pemecahan masalah, penalaran, dan komunikasi metamatis. Yogyakarta: PPPG Matematika.
Soedjadi, R. (2000). Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia:Konstatasi Keadaan Masa Kini Menuju Harapan Masa Depan. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sulianto, J. (2011). Keefektifan Model Pembelajaran Kontekstual Dengan Pendekatan Open Ended Dalam Aspek Penalaran Dan Pemecahan Masalah Pada Materi Segitiga Di Kelas VII. Jurnal Pendidkan Matematika, 1.
Sumarmo, U. (2013). Kumpulan makalah: Berpikir dan disposisi matematik serta pembelajarannya. Bandung: Jurusan Pendidikan Matematika, FPMIPA UPI.
Sumartini, T. S. (2015). Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Jurnal Pendidikan Matematika, 7-8.
Suprihatin, T. R., Maya, R., & Senjayawati, E. (2018). Analisis Kemampuan Penalaran Matematika SMP Pada Materi Segitiga dan Segiempat. Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika, 11.
Turmudi. (2008). Landasan Filsafat dan Teori Pembelajaran Matematika (Berparadigma Eksploratif dan Investigatif. Bandung: Lauser Cita Pustaka.
Wirartha, I. M. (2006). In I. M. Wirartha, Metode Penelitian Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Andi Offset.
Zaenuri, & Dwidayati, N. (2018). Menggali etnomatematika: matematika sebagai produk budaya. Prisma, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 1, 471-476.
Published
2024-10-07
How to Cite
Arinda Aprilia Pratiwi, Utami, & Edy Suprapto. (2024). KEMAMPUAN BERNALAR SISWA SD DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PENCERMINAN BERBASIS ETNOMATEMATIKA BENTENG PENDEM BERDASARKAN KEMAMPUAN AWAL. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 10(3), 334 - 344. https://doi.org/10.36989/didaktik.v10i3.4058