ANALISIS MAKNA SUGUHAN DALAM RITUAL MABBACA-BACA PADA TRADISI SUKU BUGIS BONE
Abstract
Mabbaca-baca, in Bugis language means reading prayers. However, Mabbaca
baca is not the same as reading prayers in general. Mabbaca-baca is a form of
gratitude to God; it means sending prayers to the deceased and asking for the safety
of life in the world; and it also contains apologies for sins. In the ritual process of
mabbaca-baca there is usually a treat. A treat is something that is served in a
mabbca-baca process (Dendy Sugono, 2015: 1541). This study aims to describe
the implementation process and the meaning of treats in the mabbaca-baca ritual in
the Bugis Bone Tribe Tradition of Awangpone District, Bone Regency.
This research uses qualitative research methods using Charles Sanders Pierce's
semiotic meaning analysis. Some of the informants in this study were members of
the Bone Regency community, and data were collected through observation,
documentation and in-depth interviews. Based on the results of the research, it can
be seen that some people in Kading Village, Awangpone Sub-district, still carry out
the Mabbaca-baca tradition, because Mabbaca-baca has a special meaning for the
community. All of these meanings can be understood in everything that the people
of Kading Village, Awangpone Subdistrict, Bone Regency do.
One of the messages conveyed in Mabbaca-baca is gratitude to God, prayers for
the deceased, and the safety of life in the world. In addition, Mabbaca-baca also
contains an apology for any mistakes made
References
Fajrin,S.N., Oruh, S., & Agustang, A. (2022). Makna Simbolik Ritual Mabbaca-baca di Kelurahan Ujung Tanah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 10(1), 57-62.
Hanifiya. 2021. Kajian Semiotika Roland Barthes terhadap Simbol Perempuan dalam Al-Qur’an. Jurnal Studi Agama-Agama 4 (2) 142.
Haris,Aidil.,&Amalia, Asrinda. 2018. Makna dan Simbol dalam Proses Interaksi Sosial (Sebuah Tinjauan Komunikasi). Jurnal Risalah 29 (1), 18.
Husaina, A., Haes, P. E., Pratiwi, N. I., & Juwita, P. R. (2018). Analisis film coco dalam teori semiotika Roland Barthes. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 2(2), 53-69.
Hoed, Benny H. 2011. Semiotik & Dinamika Sosial Budaya. Jakarta: Komunitas Bambu.
Hasanuddin, U. (2018). Nilai Solidaritas Sosial Dalam Tradisi Mappadendang Pada Masyarakat Paccekke Di Kabupaten Barru.
Koentjaraningrat.2009.Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta:PT Rineka C
Kusumandari, Haris., Oktaviani, Ursula Dwi., & Sri Astuti. 2019. Jenis Makna pada Novel Ayahku (Bukan) Pembohong Karya Tere Liye. Jurnal Stilistika 12 (2) 140-141.
Moleong, L. J. 2013. Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosada karya.
Nathaniel, Axcell., & Sannie, Amelia Wisda. Analisis Semiotika Makna Kesendirian pada Lirik Lagu “Ruang Sendiri” Karya Tulus. Jurnal Unej 19 (2), 110.
Rohman M. T. 2022. Tradisi suguhan pra pesta pernikahan perspektif hukum islam. Skripsi UIN Kiai Haji Achmad Siddiq. 1-101
Salim M. P. 2023. Sesajen Adalah Persembahan, Pahami Manfaat dan Bahan yang Biasa Digunakan. Liputan 6. Diakses pada tanggal 20 November2023.https://www.liputan6.com/hot/read/5404236/sesajen-adalah-persembahan-pahami-manfaat-dan-bahan-yang-biasa-digunakan
Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi. 1964. Setangkai Bunga Sosiologi. Jakarta : Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi UI. Soerjono, Soekanto.
Sugiono, D., dkk. (2008) Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Sugiono (2012). Metode Pendekatan kualitatif, kualitatif dan RND. Bandung: Alfabeta.
Sugiono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta: Bandung.
Sugiono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta: Bandung.
Tamara, Junisti. 2020. Kajian Semiotika Roland Barthes pada Poster Unicef. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) 3(2), 728
Wekke, I. S. (2013). Islam Dan Adat : Tinjauan Akulturasi Budaya Dan Agama Bugis Saat kehiDupan diatur dengan pangngaderreng ( undang- masyarakat sampai penaklukan seluruh tanah Bugis tahun 1906 , maka unsur yang awalnya hanya terdiri atas empat kemudian berubah menjadi lim. Analisis, XIII(1), 27.
Yuniarti, D. I. A. (2018). Nilai-Nilai Religius Yang Terkandung Dalam Tradisi Temu Manten Pada Upacara Perkawinan Adat Jawa ( Studi Kasus di Dusun Tanduran Desa Jatisari Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wonogiri).
Yuwita, N. (2018). Representasi Nasionalisme Dalam Film Rudy Habibie (Studi Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce). Jurnal Heritage, 6(1), 40-48.











