PERAN NYAI HJ. MAHSUNAH FARUQ DALAM PENDIDIKAN KESETARAAN GENDER PADA SANTRI PONDOK PESANTREN SALAFIYAH SYAFI’IYAH SEBLAK JOMBANG
Abstract
Penelitian ini membahas peran strategis Nyai Hj. Mahsunah Faruq dalam menanamkan pendidikan kesetaraan gender di lingkungan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak Jombang. Dalam konteks tradisi pesantren yang selama ini didominasi oleh laki-laki, kehadiran sosok Nyai menjadi penanda penting atas transformasi peran perempuan, khususnya dalam sektor pendidikan Islam. Nyai Mahsunah tidak hanya menjalankan fungsi domestik sebagai pengasuh, tetapi juga aktif mendorong perubahan melalui pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap isu-isu gender. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk peran yang dijalankan oleh Nyai dalam membangun kesadaran kesetaraan gender serta untuk mengetahui pemahaman santri terhadap nilai-nilai kesetaraan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pengasuh pesantren, pengurus, dan beberapa santri yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nyai Hj. Mahsunah Faruq berhasil menciptakan sistem pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang menekankan pentingnya keadilan dan kesetaraan gender. Santri perempuan didorong untuk aktif dalam kegiatan keilmuan, organisasi, dan kepemimpinan, tanpa mengesampingkan identitas religius mereka. Perubahan paradigma ini menunjukkan bahwa pesantren bisa menjadi ruang pemberdayaan perempuan melalui figur ulama perempuan yang memiliki otoritas keilmuan dan keagamaan yang kuat. Dengan demikian, peran Nyai Mahsunah Faruq menjadi model penting dalam pengembangan pendidikan pesantren yang tidak hanya berorientasi pada kesalehan personal, tetapi juga pada kesadaran sosial yang berkeadilan gender.
References
Basrowi dan Suwandi, Memahami Kualitatif, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008).
Burhan Bunging, Metode Penulisan Kualitatif, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006).
H. Muhammad Hasyim, S.Hum, MA., Buku Panduan Santri Pondok Peantren Dan Madrasah Salafiyah Syafi’iyah Seblak Jombang, ed. by S. Kom Muhammad Abdul Chakimm (Pondok Pesantren dan Madrasah Salafiyah Syafi’iyah Seblak Jombang, 2014)
Huzaemah Tahido Yanggo, Fiqih Perempuan Kontemporer (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2010).
Instrukski Presiden No.9 tahun 2002, tentang Pengarusu Utamaan Gender (PUG).
Mufidah, Gender di Pesantren Salaf, Why Not? (Malang: UIN-Maliki Press, 2009).
Nidhomathum, MR. 2020. Nyai Khoiriyah Hasyim, Pelopor Pendidikan Pesantren Putri. NU Online Diakses Pada 31 Agustus 2020.
Rara Zarary, ‘Nyai Hj. Mahshunah Faruq, Perempuan Mandiri Dan Aktivis’, Tebuireng.Online, 2020.
Spradley, James P. (1997). Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Team Proyek Peningkatan Pendidikan Luar Sekolah Pada Pondok Pesantren, Pola Pengembangan Pondok Pesantren, Departemen Agama RI, Jakarta, 2003.











