Reaksi Masyarakat Asia Tenggara Terhadap Masuknya Bangsa Barat Di Asia Tenggara

  • Shindi Nurazizah Mutmainah Universitas Negei Medan
  • Dinda Dewi Larasati Universitas Negei Medan
  • Masdiana Silvia Sinaga Universitas Negeri Medan
  • Imanuel Suranta Sembiring Universitas Negei Medan
  • Nahot Andika Nainggolan Universitas Negei Medan
  • Muhammad Ihsan Syahaf Nasution Universitas Negeri Medan
Keywords: Kolonialisme, Perlawanan, Asia Tenggara

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji respons masyarakat Asia Tenggara terhadap kedatangan kekuatan kolonial Barat antara abad ke-16 hingga abad ke-20, yang membentuk ulang otoritas politik, struktur ekonomi, dan kehidupan sosial di kawasan tersebut. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah beragamnya reaksi yang ditunjukkan oleh para penguasa tradisional dan masyarakat lokal terhadap dominasi Barat yang mengancam kedaulatan dan mengganggu sistem yang sudah ada.

 

Melalui tinjauan pustaka, penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dan bersumber dari buku-buku, jurnal ilmiah, dan catatan sejarah mengenai ekspansi kolonial serta perlawanan masyarakat pribumi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa respons Asia Tenggara sangat bervariasi. Beberapa pemimpin, seperti Raja Mongkut dari Siam, memilih modernisasi dan diplomasi untuk mempertahankan kemerdekaan negara mereka, sementara yang lain memilih perlawanan melalui konflik bersenjata atau gerakan sosial berbasis agama, seperti gerakan Katipunan di Filipina dan pemberontakan Banten di Indonesia. Eksploitasi ekonomi, pajak yang memberatkan, perampasan tanah, dan runtuhnya sistem tradisional menjadi penyebab utama meletusnya pemberontakan petani. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa bentuk-bentuk perlawanan tersebut menjadi dasar munculnya kesadaran nasionalisme dan gerakan kemerdekaan pada abad ke-20.

 

References

Chandler, D. (2008). A history of Cambodia. Westview Press.
Stuart-Fox, M. (1997). A history of Laos. Cambridge University Press.
Turnbull, C. M. (2009). A history of modern Singapore. NUS Press.
Woodside, A. (1971). Vietnam and the Chinese model. Harvard University Press.
Roff, W. R. (1967). The origins of Malay nationalism. Oxford University Press
Bradley, F. R. (2014). Islamic reform, the family, and knowledge networks linking Mecca to Southeast Asia in the nineteenth century. The Journal of Asian Studies, 73(1), 89–111.
Brown, I. (2024). The Myanmar radical tradition: revolution, reaction, and the changing imperial world order. Dialectical Anthropology.
Day, T., & Reynolds, C. J. (1989). The concept of peasant revolt in Southeast Asia. Sydney Studies in Society and Culture, 5.
De Leon, B. J. (2021). Peasant violence in early nineteenth-century Philippines and Guatemala: The cases of Apolinario de la Cruz and Rafael Carrera in comparative perspective. Southeast Asian Studies, 10(1), 119–140.
Hidayatullah, P. (2022). Colonialism and peasant resistance in Southeast Asia: Kolonialisme dan pemberontakan di Asia Tenggara. Indonesian Journal of Islamic History and Culture, 3(1), 132–147.
Muzhiat, A. (2023). Gerakan sosial masyarakat Banten abad ke-XIX: Gejolak ekonomi, politik dan agama, 1808–1845. Thesis, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Nguyen, T. T. (2017). The Siamese government’s responses to Western forces at the time of King Mongkut (1851–1868). Gremium: Studies in History, Culture and Politics.
Siregar, A. R., & Latifah, Z. (2023). Respons Sultan-Sultan Banten terhadap intervensi Belanda tahun 1684–1811. Thaqafiyyat, 193–212.
Sudharmono. (2017). Sejarah Asia Tenggara modern: Dari penjajahan ke kemerdekaan. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Published
2025-12-26
How to Cite
Shindi Nurazizah Mutmainah, Dinda Dewi Larasati, Masdiana Silvia Sinaga, Imanuel Suranta Sembiring, Nahot Andika Nainggolan, & Muhammad Ihsan Syahaf Nasution. (2025). Reaksi Masyarakat Asia Tenggara Terhadap Masuknya Bangsa Barat Di Asia Tenggara. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(04), 216 - 221. https://doi.org/10.36989/didaktik.v11i04.9416

Most read articles by the same author(s)