PERAN POJOK BACA DALAM MENINGKATKAN LITERASI MEMBACA PESERTA DIDIK KELAS IV DI SDN SINABA
Abstract
PERAN POJOK BACA DALAM MENINGKATKAN LITERASI MEMBACA PESERTA DIDIK KELAS IV DI SDN SINABAUjang Jamaludin1, Reksa Adya Pribadi2,Rintan Apriani3
123Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
1ujangjamaludin@untirta.ac.id
12227200067@untirta.ac.id
ABSTRACT
The purpose of this study is to find out and describe the role of the reading corner in improving the reading literacy of grade IV students at SDN Sinaba with the existence of a reading corner that can foster a culture of literacy, increase interest in reading so that students' reading skills become better. To be able to improve the reading literacy of students, conscious efforts are needed from the school, teachers and students by building interest in reading through facilitating each class with a reading corner in the corner of the classroom, in addition to the need to apply reading habituation before starting learning activities, reading literacy is defined by a person's ability to understand reading through listening activities, analyzing and communicating a reading. In this study, the author used a qualitative method by describing the results of the role of the reading corner on the reading literacy of students. From the results of the study, it shows that the reading corner plays a very important role in improving the reading literacy ability of students, besides that the reading corner acts as a source of teaching materials needed by educators in learning activities. With the reading corner, it can be a solution to problems faced by educators and students to overcome students who are still low in reading and literacy skills.
Keywords: Reading, Literacy, Reading Corner
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran dari pojok baca dalam meningkatkan literasi membaca peserta didik kelas IV di SDN Sinaba, dengan adanya pojok baca dapat menumbuhkan budaya literasi, meningkatkan minat membaca agar kemampuan membaca peserta didik menjadi lebih baik. Untuk dapat meningkatkan literasi membaca peserta didik diperlukannya usaha secara sadar dari pihak sekolah, guru dan peserta didik dengan membangun minat baca melalui memfasilitasi setiap kelas dengan adanya pojok baca di sudut kelas, selain itu perlunya menerapkan pembiasaan membaca sebelum memulai kegiatan pembelajaran, literasi membaca diartikan dengan kemampuan seseorang dalam memahami bacaan melalui kegiatan menyimak, menganalisis dan mengkomunikasikan suatu bacaan. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan mendeskripsikan hasil peran pojok baca terhadap literasi membaca peserta didik. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pojok baca sangat berperan terhadap peningkatan kemampuan literasi membaca peserta didik, selain itu pojok baca berperan sebagai sumber bahan ajar yang diperlukan pendidik dalam kegiatan pembelajaran. Dengan adanya pojok baca dapat menjadi solusi permasalahan yang dihadapi oleh pendidik maupun peserta didik untuk mengatasi peserta didik yang masih rendah dalam kemampuan membaca dan berliterasi.
Kata Kunci: Membaca, Literasi, Pojok Baca.
References
USAID. 2014. Pembelajaran Literasi Kelas Awal SD/MI di LPTK. Cornwallis Road: RTI International.
Abidin. 2015. Pembelajaran Literasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Abidin, dkk. 2017. Pembelajaran Literasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Dikdasmen. 2016. Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar.Jakarta: Kemendikbud.
Kurniawan, Agung Rimba, dkk. (2019). Peranan Pojok Baca dalam Menumbuhkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 3(2). 48-57.
Hidayatullah, Panji. (2019). Peningkatan Budaya Literasi melalui Kegiatan Pojok Baca Di SD Muhammadiyah Plus Malangjiwan Colomadu. Buletin Literasi Budaya Sekolah, 1(1). 6-11.
Rahayu Risma Amaliya, dkk. 2018. Keterampilan Membaca Pemahaman Dengan Metode Pq4r (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) Siswa Sekolah Dasar Kelas Tinggi. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 3(2). 46-56.
Batubara Hamdan Husain, dkk. 2018. Implementasi Program Gerakan Literasi Sekolah Di Sekolah Dasar Negeri Gugus Sungai Miai Banjarmasin. Jurmal Pendikan Sekolah Dasar, 4(1). 15-29.
Ramadhanti, Nadya Nanda. (2019). Pemanfaatan Sudut Baca Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Samarinda. Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (JTIK) Borneo, 1 39-46.
Setiawati. (2020). Studi Analisis Program Pojok Baca dalam Menstimulasi Minat Baca Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Darul Da’wah Wal Irsyad Tani Aman Tahun Ajaran 2019-2020. Jurnal Tarbiyah dan Keguruan (TJIK) Borneo, 2. 85-96.
Pradana, Fransiska Ayuka. (2020). Pengaruh Budaya Literasi Sekolah melalui Pemanfaatan Sudut Baca Terhadap Minat Membaca Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 2(1). 81-85
Dasor Yohanes Wendelinus, dkk. 2021. Peran Guru Dalam Gerakan Literasi Di Sekolah Dasar. Jurnal Literasi Pendidikan Dasar, 2(2). 19-25.
Rumakway Sitti Musyarafah, dkk. 2022. Peranan Pojok Baca alam Meningkatkan Literasi Siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 Seram Bagian Timur, Kecamatan Gorom Timur Kabupaten Seram Bagian Timur. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6 (2). 9286-9294.
Anugrah Welly Deanoari, dkk. 2022. Peran Pojok Baca Dalam Menumbuhkan Minat Baca Masyarakat Dusun Ngrancah. Jurnal Pustaka Budaya, 9(2).94-98.
Fahmi, dkk. 2018. Desain Literasi Ketahanan Pangan Melalui Inovasi Pembelajaran Kebutuhan Belajar Siswa Pendikan Sekolah Dasar Kelas Awal. Jurnal Pendidika Sekolah Dasar, 4(1). 55-69
Muhyidin Asep. Metode Pembelajaran Membaca Dan Menulis Permulaan Di Kelas Awal. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 4(1).30-42
Akbar, Aulia. 2017. Membudayakan Literasi dengan Program 6M di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 3 (1), 42-52.
Antasari, I. W. 2017. Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Tahap Pembiasaan di MI Muhammadiyah Gandatapa Sumbang Banyumas. Libria, 9 (1), 13–26.
Faradina, N. 2017. Pengaruh Program Gerakan Literasi Sekolah terhadap Minat Baca Siswa di SD Islam Terpadu Muhammadiyah An-Najah Jatinom Klaten. Jurnal Hanata Widya, 6 (8), 60–69











