PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP TINDAK PIDANA PERJUDIAN MELALUI GAME ONLINE YANG MENGGUNAKAN SISTEM GACHA

  • Darmawan Abdullah Universitas Nusa Cendana Kupang
  • Karolus Kopong Medan Universitas Nusa Cendana
  • Deddy R.Ch Manafe Universitas Nusa Cendana
Keywords: Online Gambling, Gacha System, Criminal Law Enforcement

Abstract

Gambling has increasingly appeared in disguised forms through the gacha system in online games, causing addiction, financial losses, and secondary criminality, particularly among youth. Indonesian criminal law, however, remains ambiguous in classifying this practice as gambling. This study addresses two questions: (1) Can online games using gacha be considered criminal gambling under Indonesian law? (2) How is law enforcement implemented against such gambling? Using a normative legal methodology with statutory and conceptual approaches, the study examines primary sources (Law No. 1 of 2023 on the National Criminal Code, Law No. 1 of 2024 on Electronic Information and Transactions, and Minister of Communication and Informatics Regulation No. 2 of 2024), as well as secondary and tertiary materials, analyzed descriptively and qualitatively. Findings indicate that: (1) The gacha system qualifies as criminal gambling because it involves a game, chance, and wagering, especially with Real Money Trade (RMT) converting virtual items into real currency, in line with Articles 426–427 of the National Criminal Code, Article 27(2) of the Electronic Information and Transactions Law, and the classification of “simulation and/or gambling activities” in the Ministerial Regulation. (2) Law enforcement employs both penal and non-penal strategies, including legislation, police investigation, access blocking by the Ministry, and administrative or criminal sanctions, though hindered by extraterritorial jurisdiction, complex digital evidence, and lack of specific regulations. To ensure effective deterrence, adaptive regulations, international cooperation, and public education are essential to mitigate the negative impacts of digital gambling.

References

BUKU

Algra E.N dan Mr. Gokkel W.RR. 1983.Kamus Istilah Hukum Fockema Andreae, diterjemahkan oleh Saleh Adiwinata dkk, Bina Cipta, Jakarta. Lihat juga perbandingan Tas Der Van H. H. Van Der Tas. 1961.Kamus Hukum Belanda-Indonesia , Jakarta: Timun Mas

Departemen Pendidikan Nasional Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi, Ketiga. 2005. Jakarta: Balai Pustaka

KartonKartini. 1981. Patologi Sosial Jilid I, Jakarta: Rajawali Pers.

Marzuki, Peter Mahmud. (2016). Metodologi Penelitian Hukum . Jakarta: Grup Prenadamedia.

Mutiara Dali. 1962. Tafsiran Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Jakarta:Ghalia Indonesia

Nazir Mohammad. 1998. Metode Penelitian. Jakarta:Gahlia Indonesia

Poerwadarminta. 1995.Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka

Rahardjo Satjipto. 2009.Penegakan Hukum, Suatu Tinjauan Sosiologis, Yogyakarta: Genta Pubishing

Saleh Roeslan. 2012. Hukum Pidana Sebagai Konfrontasi Manusia dan Manusia, Jakarta : Ghalia Indonesia

Soekanto Soerjono. 2007. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Sugono Bambang. 2005. Metodologi Penelitian Hukum, Jakarta:PT RajaGrafindo Persada

Waluyo Bambang. 2008. Penelitian Hukum Dalam Praktek. Jakarta: Sinar GrafikaWest Michael . 1970. An Intern

ational Reader’s Dictionary, London: Longman Group Limited

JURNAL

Barokum Khafid Mohammad, Game Pembelajaran Rambu Lalu Lintas Berbasis Android, Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya, (2018)

Bartle A. Richard, Designing Virtual Worlds, New Riders, (2003)

Devin Prayogo, Diah Priharsari, dan Andi Reza Perdanakusuma, "Eksplorasi Faktor yang Mempengaruhi Minat Pembelian Gacha pada GameOnline," Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, Vol. 6 No. 7, 2022.

Fithrian Fadhil Gusti, Hukum Microtransaction Dalam GameOnline, Jurnal Ilmu Hukum, Vol.12, No.2 (2021)

Gandakusuma Mahesa, "Aplikasi Pembangkit Bilangan Acak dalam Sistem Gacha dalam Berbagai Permainan," (makalah, Institut Teknologi Bandung, 2016)

Iwabuchi Koichi. Recentering Globalization: Popular Culture and Japanese Transnationalism. Durham: Duke University Press, 2002.

King Daniel L., dan Paul H. Delfabbro. "Video Game Monetisation (Loot Boxes): Emerging International Evidence and Developmental Perspectives." Journal of Adolescent Health 66, no. 2 (2020).

Koeder Marco "The 'Gacha' Mechanism: How Psychological Biases Lead to Overspending in Video Games," (makalah, The 11th International Conference on the Foundations of Digital Games, 2018)

Koeder Marco, J. Tanaka Sugai, dan Anne-Line Gilbert. "Gacha: The Future of Monetization in Video Games? Including a Case Study of 'Genshin Impact'." Journal of Digital Media Management 9, no. 2 (2020).

McGonigal Jane, Reality Is Broken: Why Games Make Us Better and How They Can Change the World, Penguin Press,(2011)

Nurdiana, Mutia, Nurul, et.al. “Fenomena Judi Online Di Daerah Jakarta Selatan”.Universitas Muhammadiyah Jakarta. Jurnal Perspektif, Volume 2, Nomor 1, (2015)

Qushoyyi Rifqi dan Ariyanto. “Tinjauan Yuridis Kriminalogi Terhadap Praktik Gacha pada Game Online Sebagai Bentuk Tindak Pidana Perjudian di Indonesia.” Journal of Judicial Review 24, no. 1 (2022).

Shibuya T.,Teramoto T., and Shoun K., "In-Game Purchases and Event Features of Mobile Social Games in Japan," makalah disajikan di The 11th International Conference on the FoundatioPrayogo Devin, Priharsari Diah, dan PerdanakusumaReza Andi, "Eksplorasi Faktor yang Mempengaruhi Minat Pembelian Gacha pada GameOnline," Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, (2022).

Subagyo Makarim Arsyan Abi danAstut Laras, "Faktor yang Mempengaruhi Mahasiswa Melakukan Perjudian Online," Indonesian Journal of Criminal Law and Criminology 3, no. 3 (November 2022)

SurbaktiKrista,“Pengaruh Game online Terhadap Remaja”, Jurnal Curere,Vol.01,No.01(2017)Wahono Satria Romi, Game Edukasi: Strategi dan Evaluasi Belajar Sesuai Abad 21, Universitas Negeri Malang,( 2023)

UNDANG-UNDANG

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika, Nomor 2 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Gim

Undang-undang Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektroik

Undang-undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian

INTERNET

https://dipstrategy.co.id/blog/statistik-menarik-industri-digital-di-indonesia-tahun-2025/ diakses tanggal 24 Agustus 2025

Humas Polri. “Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Judi Online, Sita Aset Ratusan Miliar Rupiah.” Humas.polri.go.id, 7 Januari 2026.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. “Pergeseran Paradigma Penanganan Perjudian: Diberantas atau Dikelola?” MariNews, 10 Januari 2026.

Udonis.(2025, 4 April).What Is a Gacha Game and How Does It Work?. Udonis.co. https://www.blog.udonis.co/mobile-marketing/mobile-games/Gacha-system

Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2001).

“Penjelasan Pasal 303 KUHP tentang Perjudian,(2023)" Klinik Hukumonline

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 2 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Gim. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 50.

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 2 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Gim. JDIH Kementerian Komunikasi dan Digital, 2024.“Unsur Kesengajaan dalam Tindak Pidana Perjudian," Klinik Hukumonline

"Tindak Pidana Perjudian dan Unsur Kesengajaan," Klinik Hukumonline, diakses 12 Juni 2025. Kamus Besar Bahasa Indonesia, daring, dari https:// kbbi.Kemdikbud.go.id/

Tim Gamebrott, "Misteri 'Gacha', Kenapa Begitu Populer di Kalangan Gamer Jepang?," Gamebrott.com, https://www.gamebrott.com/misteri-Gacha.

The N3TWORK, "The History of Gacha in Video Games,"Medium.com, https://medium.com/@john_23522/the-history-of-Gacha-in-video-games-2f5640a3160d.

SKRIPSI dan TESIS

Achmad Syahriel Rizky, “Penerapan Hukum Pada Sistem Gacha Untuk Memberikan Perlindungan Bagi Pemain Dalam Game online Mobile Legend”,Jakarta: Repository UIN Syarif Hidayatullah, 2023

Alfiansyah Izdihar. “Relativitas Maisir dalam Al-Qur’an: Studi Kasus terhadap Sistem Gacha pada Game Online.” Tesis S1, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2025.

Claudio Emanuel Cendana Putra Panie, “Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Perjudian Online Dari Perspektif Hukum Informasi Dan Transaksi Elektronik (Studi Kasus Kota Kupang)”,Kupang:Repository UPT Perpustakaan Undana, 2025.

Hiustar Jovansen. “Gacha/Lootbox Pada Permainan Online Dikaitkan Dengan Pengaturan Tindak Pidana Perjudian di Indonesia.” Skripsi, Fakultas Hukum, Universitas Katolik Parahyangan, 2025.

Mufti Pradika Muizzul. “Penggunaan Sistem Gacha dalam Game Online Dilihat dari Perspektif Hukum Pidana.” Skripsi, Universitas Islam Indonesia, 2022.

Rifat Kusuma, “Konsep Perjudian Pada Sistem Gacha Di Game online (Menurut Pasal 303 KUHP Dan Fatwa MUI Jatim No 1 Tahun 2022)”, Banten: Institutional Repository UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2025

Published
2026-04-12
How to Cite
Darmawan Abdullah, Karolus Kopong Medan, & Deddy R.Ch Manafe. (2026). PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP TINDAK PIDANA PERJUDIAN MELALUI GAME ONLINE YANG MENGGUNAKAN SISTEM GACHA. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(02), 171 - 186. https://doi.org/10.36989/didaktik.v12i02.12576