Transformasi Ekonomi Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata Nagari Pariangan Kabupaten Tanah Datar
Abstract
Penelitiian ini membahas transformasi ekonomi masyarakat di Nagari Pariangan akibat perkembangan desa wisata berbasis budaya dan alam. Bahwa perkembangan desa wisata ini tidak hanya membawa dampak positif terhadap ekonomi Masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan perubahan sosial dan pergeseran fungsi budaya lokal. Meningkatnya aktivitas pariwisata dapat menyebabkan masyarakat lebih bergantung pada sektor wisata sehingga ada kekhawatiran terhadap berkurangnya perhatian pada sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama masyarakat Nagari Pariangan. Penelitian bertujuan untuk melihat perubahan mata pencaharian masyarakat dari sektor agraris menuju sektor pariwisata serta dampaknya terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan desa wisata membawa perubahan terhadap struktur ekonomi masyarakat, di mana masyarakat mulai membuka usaha wisata seperti warung tradisional, homestay, penjualan kuliner khas, dan jasa wisata sebagai sumber pendapatan baru. Transformasi ekonomi tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan sektor pertanian, tetapi menjadi bentuk penyesuaian masyarakat terhadap perkembangan pariwisata. Penelitian ini menggunakan teori transformasi sosial dari Anthony Giddens untuk menjelaskan perubahan struktur ekonomi dan sosial masyarakat akibat berkembangnya desa wisata di Nagari Pariangan.
References
Aziz, B. (2022). Transformation and Continuity: An Environmental Anthropology Study on the Digitalization Process by Kelompok Pengawas (POKMASWAS) Taman Kili-Kili Sea Turtle Conservation in Trenggalek. Megafury Apriandhini, SH, MH Chair of 4th OSC, 131.
Aziz, B. (2025). Identitas Budaya di Era Digital. Globalisasi Dan Indentitas Budaya, 114-24.
Aziz, B., Resiana, A., & Sukmani, K. N. A. (2025). From the Jungle to Social Media: Exploring the Phenomenon of" Celebrity" Elephants in Tesso Nilo National Park. Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial, 7(1), 59-76.
Erwin, M. S., Warhat, Z., & Syafwandi, S. (2019). Brand identity Nagari Pariangan, desa terindah di dunia Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Besaung: Jurnal Seni Desain dan Budaya, 4(2), 1–10.
Giddens, A. (2006). Sosiologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Gusti, M., & Fitriani, E. (2021). Partisipasi perempuan dalam pengembangan wisata “desa terindah” Nagari Pariangan. Culture & Society: Journal of Anthropological Research, 3(1), 1–13.
Khairani, T. N., & Kadarisman, Y. (2022). Dampak pengembangan desa wisata terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Nusantara Hasana Journal, 2(7), 209–221.
Mairiza, K. T., & Noviarita, H. (2023). Meningkatkan kemampuan green economy dalam mendorong pengembangan desa wisata untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Revenue: Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam, 6(2), 40–53.
Masly, D., & Arief, A. M. R. (2017). Potensi daya tarik wisata Nagari Tuo Pariangan sebagai kawasan desa wisata Pariangan Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat (Skripsi). Universitas Riau.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Yulianda, H. (2024). Studi potensi kawa daun sebagai destinasi wisata kuliner di Nagari Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, 7(2), 9–14.
Yulia, S. (2017). Analisis potensi objek wisata yang dinobatkan sebagai “desa terindah di dunia” Kabupaten Tanah Datar (Studi kasus: Nagari Pariangan) (Tugas Akhir). Universitas Andalas.
Zulfaneti, Z., Samudra, A. A., Syamra, Y., Zahra, S., Febrian, R., & Putri, A. A. A. (2025). Optimalisasi tatakelola pariwisata Pariangan melalui pemberdayaan Pokdarwis dan teknologi web. Lebah, 19(2), 273–280











