Implementasi Literasi Proyek Nusantara (LIPRAN) Sebagai Upaya Peningkatan Literasi Baca di SDN 1 Aisyiyah
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi, dampak, kendala, dan solusi program literasi yang diterapkan di SDN 2 Aisyiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan guru, observasi, dokumentasi, dan penyebaran angket kepada 15 siswa kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi yang diterapkan di SDN 2 Aisyiyah berupa literasi baca-tulis. Pelaksanaan program literasi dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran. Pada tahap pembiasaan siswa dibiasakan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Pada tahap pengembangan siswa diarahkan untuk berdiskusi, menulis ringkasan, dan menceritakan kembali hasil bacaannya. Sedangkan pada tahap pembelajaran siswa mampu memahami dan menjelaskan kembali materi yang dipelajari dengan baik. Program literasi memberikan dampak positif berupa meningkatnya minat baca siswa, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, rasa percaya diri, serta keaktifan siswa dalam kegiatan literasi. Namun, implementasi program juga menghadapi beberapa kendala seperti rendahnya minat baca sebagian siswa, keterbatasan fasilitas bacaan, dan pengaruh penggunaan gawai. Oleh karena itu, sekolah melakukan berbagai solusi seperti pengembangan fasilitas literasi, penggunaan metode pembelajaran kreatif, pemanfaatan literasi digital, serta kerja sama dengan orang tua siswa.
References
Ariyati, D. (2020). Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Literasi Digital Era 4.0: Tantangan dan Harapan. FKIP E-Proceeding, 1(1), 151–160.
Bu’ulolo, Y. (2021). Membangun Budaya Literasi di Sekolah. Jurnal Bahasa Indonesia Prima, 3(1), 16–23.
Dharma, K. B. (2020). Implementasi Gerakan Literasi Sekolah dalam Menumbuhkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar. Edukasi Nonformal, 1(2), 70–76.
Fitriani, Y. (2019). Literasi Era Revolusi Industri 4.0. Pendidikan Bahasa Indonesia, 100–104.
Hidayat, M. H., Basuki, I. A., & Akbar, S. (2018). Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan, 3(2017), 810–817.
Kemdikbud. (2019). Hasil PISA Indonesia 2018: Akses Makin Meluas, Saatnya Tingkatkan Kualitas.
Kurniawan, A. R., Chan, F., Abdurrohim, M., dkk. (2019). Problematika Guru dalam Melaksanakan Program Literasi di Kelas IV Sekolah Dasar. Pendidikan Dasar, III, 31–37.
Lestari, H. (2020). Literasi Sains Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Blended Learning dengan Blog. Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan Pembelajaran, 4(2), 597–604.
Lestari, P. W. (2021). Peningkatan Minat Baca dengan Program Generasi Masyarakat Gemar Membaca di RPTRA Cililitan Jakarta Timur. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 106–111.
Mansyur, U. (2019). Upaya Meningkatkan Minat Baca. Gempusta.
Naharyanti, W. (2019). Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Sekolah Binaan di Kabupaten Banjarnegara, 30–47.
Subandiyah, H. (2015). Pembelajaran Literasi dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya, 16(22), 119–128.
Susanti, D. I. (2022). Penerapan Literasi Baca-Tulis dan Literasi Numerasi di Kelas Bawah Sekolah Dasar. Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 6(April).
Susanti, D. I. (2022). Penerapan Literasi Baca-Tulis dan Literasi Numerasi di Kelas Bawah Sekolah Dasar. Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 6(April).











