RENDAHNYA PEMBELAJARAN DIGITAL DI ERA TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)
Abstract
The development of Artificial Intelligence (AI) technology has had a significant impact on the world of education, especially in the digital learning process (Karimah et al., 2024; Sadrina et al., 2024). However, the implementation of digital learning in Indonesia still faces various challenges that cause low effectiveness of learning in the AI era. This study aims to analyze the factors causing low digital learning in the era of AI technology and provide strategic solutions to improve the quality of digital-based learning. This study uses a qualitative research method with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and literature studies. The results showed that low digital learning was influenced by a lack of digital literacy (Izhari et al., 2025; Perdana et al., 2025), limited technological infrastructure, low teacher competence in the use of AI (Hanis & Wahyudin, 2024), and low student motivation in online learning (Fahmi et al., 2025). In addition, the lack of educational policy support and unequal internet access are also major inhibiting factors. This study concludes that increasing the digital competence of educators, providing adequate technological facilities, and developing an AI-based curriculum (Niemi et al., 2023; Nursyahidin, 2023) are important solutions to improve the quality of digital learning in Indonesia.
References
Artikel ini menggunakan 20 sumber referensi yang terdiri atas 18 artikel jurnal (14 jurnal nasional terindeks SINTA, 4 jurnal internasional terindeks Scopus/Springer) serta 2 buku referensi, dengan rentang tahun terbit 2020 hingga 2026 sehingga menjamin kebaruan dan relevansi informasi dengan perkembangan teknologi AI terkini. Referensi-referensi tersebut mencakup berbagai pendekatan penelitian, baik kuantitatif, kualitatif, studi literatur, hingga pengembangan model, yang secara komprehensif membahas faktor-faktor penyebab rendahnya pembelajaran digital di era AI. Beberapa referensi kunci dari jurnal nasional antara lain Izhari et al. (2025) dan Perdana et al. (2025) yang mengkaji literasi digital guru serta rekayasa AI dalam pembelajaran, Hanis & Wahyudin (2024) tentang pemanfaatan AI untuk asesmen di sekolah dasar, serta Siallagan et al. (2024) dan Fahmi et al. (2025) yang mengungkap dampak negatif AI terhadap berpikir kritis dan keterlibatan belajar siswa. Artikel ini juga mengacu pada penelitian Sadrina et al. (2024) tentang persepsi mahasiswa terhadap AI di Aceh, serta Nelsya et al. (2025) dan Mahesa (2024) yang membahas keterbatasan infrastruktur dan implementasi AI dalam pendidikan MIPA di Indonesia. Dari sisi internasional, artikel ini diperkaya oleh buku AI in Learning: Designing the Future (Niemi, Pea, & Lu, 2023) yang memuat berbagai bab, di antaranya Chen & Lu (2023) tentang asisten guru berbasis AI, Kousa & Niemi (2023) tentang etika AI dari perspektif perusahaan dan sekolah, Wei & Niemi (2023) tentang panduan etika AI lintas negara Tiongkok-Finlandia, serta Cowley et al. (2023) tentang etika AI dalam pendidikan. Selain itu, artikel ini juga menggunakan buku Teknologi Pendidikan Berbasis Artificial Intelligence (Nursyahidin, 2023) serta buku metodologi dari Arikunto (2021) dan Nasution (2020) sebagai pendukung metode penelitian. Secara keseluruhan, referensi yang digunakan sangat representatif karena mencakup aspek literasi digital, infrastruktur, kompetensi guru, dampak negatif AI, hingga solusi strategis, sehingga mendukung analisis yang holistik, mendalam, dan relevan dengan konteks pendidikan di Indonesia.











