PENINGKATAN MOTORIK HALUS MELALUI FINGER PAINTING DI TAMAN KANAK KANAK JIHAD AMPANG GADANG 1 MAEK KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
Abstract
This classroom action research aimed to improve the fine motor skills of early childhood learners through finger painting activities at TK Jihad Ampang Gadang I Maek, Lima Puluh Kota Regency. The study employed the Classroom Action Research (CAR) model developed by Kemmis and McTaggart, consisting of four stages: planning, action, observation, and reflection. The research was conducted in two cycles involving 15 children in Group B as participants. Data were collected through observation, documentation, field notes, and children's developmental assessment sheets. The data were analyzed using both quantitative descriptive and qualitative descriptive methods. The findings indicated that finger painting activities effectively improved children's fine motor skills. In the initial condition, only 38% of the children achieved the categories of Developing as Expected (BSH) and Developing Very Well (BSB). After the implementation of Cycle I, the percentage increased to 60%, and further improved to 86% in Cycle II. The improvement was evident in children's eye-hand coordination, finger flexibility, ability to create simple patterns, and skill in using both hands independently to complete artwork. Therefore, finger painting activities are effective in enhancing the fine motor skills of early childhood learners.
References
Arikunto, S. (2021). Penelitian tindakan kelas. Bumi Aksara.
Amalia, R., & Mayar, F. (2021). Pengaruh kegiatan finger painting terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(2), 3567–3574.
Aulia, R., & Afrianingsih, D. (2024). Pengaruh pembelajaran berbasis aktivitas terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2), 115–124.
Cahyani, N., & Setyowati, S. (2022). Pengaruh kegiatan finger painting terhadap kemampuan motorik halus anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4), 2981–2990.
Direktorat PAUD Kemendikbud. (2021). Pedoman penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Kemendikbud.
Evivani, M., & Oktaria, R. (2020). Peningkatan kemampuan motorik halus melalui kegiatan finger painting pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 9(1), 34–42.
Kemmis, S., & McTaggart, R. (2018). The action research planner. Springer.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman stimulasi tumbuh kembang anak usia dini. Kemenkes RI.
Lestari, D., Wulandari, E., & Putri, R. (2023). Pembelajaran seni sebagai sarana pengembangan motorik halus anak usia dini. Jurnal Golden Age, 7(2), 210–220.
Marlina, R., & Mawar, S. (2020). Penerapan finger painting dalam meningkatkan kreativitas dan motorik halus anak taman kanak-kanak. Jurnal PAUD Teratai, 9(1), 55–63.
Mulyasa, E. (2021). Manajemen PAUD. Remaja Rosdakarya.
Nababan, Y., & Tesmanto, J. (2021). Peningkatan kemampuan motorik halus melalui kegiatan finger painting pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(3), 145–154.
National Association for the Education of Young Children. (2020). Developmentally appropriate practice position statement. NAEYC.
Nadya, S., & Harfiani, R. (2023). Pembelajaran berbasis bermain dalam pengembangan aspek perkembangan anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 120–129.
Nurhayati, E., & Rahman, A. (2024). Aktivitas bermain kreatif untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 13(1), 45–54.
Pratiwi, N., Sari, D., & Putra, A. (2024). Teknik observasi dalam penelitian pendidikan anak usia dini. Jurnal Pendidikan Indonesia, 5(1), 89–98.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian pendidikan. Alfabeta.
Suyadi. (2020). Psikologi belajar PAUD. PT Remaja Rosdakarya.
Yuliana, F., Rahmawati, N., & Putri, M. (2023). Penetapan indikator keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas PAUD. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 87–96.











