TANGGUNG JAWAB SOSIAL WARGA NEGARA DALAM PERSPEKTIF ISLAM DI TENGAH MENURUNNYA KEPRIBADIAN MASYARAKAT
Abstract
Perkembangan modernisasi dan teknologi memberikan pengaruh terhadap kehidupan sosial masyarakat. Salah satu dampak yang muncul adalah menurunnya kepedulian sosial, seperti berkurangnya budaya gotong royong, rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial, dan meningkatnya rasa individualisme. Dalam perspektif Islam, tanggung jawab sosial merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Islam mengajarkan nilai-nilai tolong menolong, persaudaraan, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep tanggung jawab sosail warga negara dalam perspektif islam serta penerapannya di tengah kehidupan Masyarakat modern. Penelitian mennggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, dan Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai islam dapat menjadi Solusi dalam meningkatkan Kembali kepedulian Masyarakat sosial Masyarakat melalui Pendidikan agama, kegiatan sosial, dan penguatan nilai persaudaraan.
References
Farooq, Q. (2019). Understanding corporate social responsibility with cross-cultural differences: A deeper look at religiosity. Corporate Social Responsibility and Environmental Management, 26(4), 965–971. https://doi.org/10.1002/csr.1736
Flynn, A. V. (2022). Solidarity and collectivism in the context of COVID-19. Nursing Ethics, 29(5), 1203–1211. https://doi.org/10.1177/09697330211072371
Jeong, T., & Seol, D. H. (2022). Theoretical construction of a fragmented society: Fragmentations in social system and in interpersonal relationships. Journal of Asian Sociology, 51(1), 97–128. https://doi.org/10.21588/dns.2022.51.1.004
Küçük, Ö., & Girgin, O. (2022). Sociology, individualism, and modern society: Individualism of authenticity versus liberal doctrines of individualism. Ankara University Journal of the Faculty of Languages and History-Geography, 62(2), 1416–1444. https://doi.org/10.33171/dtcfjournal.2022.62.2.26
Lynch, K., & Kalaitzake, M. (2020). Affective and calculative solidarity: The impact of individualism and neoliberal capitalism. European Journal of Social Theory, 23(2), 238–257. https://doi.org/10.1177/1368431018786379
Nugraha, I., & Hermita, M. (2019). Modal sosial dan civic engagement pada anggota ormas Islam. Jurnal Psikologi, 12(1), 98–107. https://doi.org/10.35760/psi.2019.v12i1.1920
Piróg, T. (2022). Social cohesion and its local dimension: Redefinition of the concept. Przegląd Socjologiczny, 71(3), 27–52. https://doi.org/10.26485/PS/2022/71.3/2
Vergani, M., Johns, A., Lobo, M., & Mansouri, F. (2017). Examining Islamic religiosity and civic engagement in Melbourne. Journal of Sociology, 53(1), 89–107. https://doi.org/10.1177/1440783315621167
Wagner, J. A. III. (2023). Significance of the ontological/utilitarian distinction among measures of individualism and collectivism. Psychological Reports, 126(6), 3150–3166. https://doi.org/10.1177/00332941221105217
Zaduqisti, E., Mashuri, A., Zuhri, A., Haryati, T. A., & Ula, M. (2020). On being moderate and peaceful: Why Islamic political moderateness promotes outgroup tolerance and reconciliation. Asian Journal of Social Psychology, 42(3), 359–372. https://doi.org/10.1177/0084672420931204











