INTERNALISASI NILAI – NILAI KARAKTER SEMANGAT DAN OPTIMISME SEBAGAI PENGUATAN IDENTITAS BUDAYA BANGSA PADA TARI GAMBYONG DI SANGGAR WAYANG GOGON TAHUN 2025
Abstract
This study aims to describe and analyze the process of internalizing the character values of enthusiasm and optimism through Gambyong dance learning at Sanggar Wayang Gogon, identify the supporting and inhibiting factors, and formulate follow-up efforts for program development oriented toward improving artistic quality, career prospects, and the sustainability of the studio as a center of cultural education. The study employed a descriptive qualitative approach with an ethnographic strategy. The research subjects included the studio manager, dance instructors, and students participating in Gambyong dance learning. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation study, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was tested using source and technique triangulation. The findings show that the internalization of enthusiasm and optimism occurred through three stages: value transformation, value transaction, and transinternalization. Value transformation was carried out through the introduction of the philosophical meanings of Gambyong dance movements. Value transaction was evident in disciplined training habits, positive interactions between instructors and students, and the instructors’ role modeling. Transinternalization was reflected in students’ self-confidence, perseverance in practice, willingness to perform, and cheerful expressions during performances. Supporting factors included students’ motivation, a conducive studio environment, and opportunities to perform, while inhibiting factors included age differences, limited training time, and activities outside the studio. Mastery of character values increased by 25%–40% after regular training. Overall, Gambyong dance learning was effective in strengthening national cultural identity through cultivating enthusiasm and optimism in students’ daily behavior.
References
Asmaroini, A. P., Utami, P. S., & Cahyono, H. (2021). Implementasi Pendidikan Karakter dalam Perkuliahan di Prodi PPKn Universitas Muhammadiyah Ponorogo pada Masa Covid-19. Integralistik, 33(1), 33-44. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/integralistik/index
Citrawati, A. A. I. A., Nurmalena, Oktavianus, Admiral, & Hardi. (2025). Revitalisasi tari tradisional di era digital: Sinergi nilai budaya, inovasi teknologi, dan seni. Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Vokasional, 7(1). http://dx.doi.org/10.23960/jpvti
Dewi, R., & Hartono, B. (2021). Representasi nilai budaya Jawa dalam Tari Gambyong sebagai seni pertunjukan tradisional. Jurnal Seni Budaya Nusantara, 5(2), 112– 124.
Indreswari, J. H. (2021). Disposisi Tari Gambyong. Cakra Wisata, 22(2), 9-18. https://jurnal.uns.ac.id/cakra-wisata/article/view/52812/32655
Halimah, L., & Anisah, A. (2018). Internalisasi nilai pendidikan kewarganegaraan pada tradisi pesta laut blanakan dalam rangka pengembangan ideal democratic citizen. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 15(2), 148-160. https://scholarhub.uny.ac.id/civics/vol15/iss2/8/
Lestari, D. A. (2020). Peran Sanggar Tari dalam Melestarikan dan Mentransformasikan Nilai Budaya Lokal. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kreatif, 4(2), 88-97. Bandung: Penerbit Cendekia.
Lestari, D., Susanto, H., & Rahmawati, I. (2022). Nilai etika dan estetika dalam Tari Gambyong sebagai warisan budaya Jawa. Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia, 6(1), 55–68.
Nastiti, L. S., & Malarsih, M. (2021). Koreografi Tari Gambyong Jangkung Kuning Di Surakarta. Jurnal Seni Tari, 10(1), 45-55. https://doi.org/10.15294/jst.v10i1.46167
Pinandhita, P., & Damayanti, L. V. (2025). Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme Generasi Muda Melalui Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Era Digital. Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi, 24(2), 558-561. https://doi.org/10.21009/jimd.v24i2.54660
Rahmawati, D. N., & Lestari, W. (2024). Analisis Kebutuhan Evaluasi Pembelajaran Tari Gambyong Pareanom Bagi Peserta Didik Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Quiz Matching Games. Jurnal Cerano Seni: Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan, 3(01), 32-40. https://doi.org/10.22437/jcs.v3i01.29870
Ramdani, A. F., Restian, A., & Cahyaningtiyas, I. A. (2020). Analisis Pembelajaran Tari Tradisional Dalam Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar. Sekolah Dasar: Kajian Teori Dan Praktik Pendidikan, 29(2), 119–127. https://doi.org/10.17977/um009v29i22020p119-127
Rosala, D., Masunah, J., Narawati, T., Karyono, T., & Sunaryo, A. (2021). Internalisasi nilai Tri-Silas melalui pembelajaran tari anak berbasis budaya lokal. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1973-1986. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.1087
Safitri, S., & Tampati, R. (2023). Ekstrakurikuler Tari Tradisional dalam Membentuk Pendidikan Karakter Berbasis Budaya di Madrasah Ibtidaiyah. Dirasah: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Dasar Islam, 6(2), 77-87. https://doi.org/10.51476/dirasah.v6i2.525
Suhartono, A. (2022). Tantangan Identitas Budaya Generasi Z di Era Disrupsi Digital. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 11(2), 112-125. Jakarta: Pustaka Akademika.
Suryadi, S. (2022). Penerapan pendidikan karakter dan nilai religius siswa melalui seni budaya Debus Banten. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi Dan Aplikasi, 10(1), 1-8. http://journal.uny.ac.id/index.php/jppfa
Suyatno, S., Widodo, H., & Kurniawan, M. (2022). Pendidikan karakter dalam perspektif pembelajaran abad ke-21. Jurnal Pendidikan Nasional, 12(3), 211–225.
Widodo, J. (2021). Nilai Pendidikan Karakter Pada Tindak Tutur Ilukosi dalam Podcast Deddy Corbuzeir Bersama Syekh Ali Jaber. GERAM (Gerakan Aktif Menulis), 9(2), 92-107. https://doi.org/10.25299/geram.2021.7150
Wulandari, D. (2025). PANCASILA: IDEOLOGI BANGSA DAN NEGARA DALAM PERSPEKTIF GENERASI Z: STUDI KUALITATIF TENTANG INTERNALISASI NILAI KEBANGSAAN DI ERA DISRUPSI DIGITAL. Jurnal Pembumian Pancasila, 5(2), 83-89. https://doi.org/10.63758/jpp.v5i2.68
Wulandari, F., Prasetyo, H., & Laksana, R. (2024). Seni pertunjukan sebagai media pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 29(1), 89–102.











