PERLINDUNGAN HUKUM PIHAK KETIGA TERHADAP KETIADAAN PUBLISITAS AKTA FIRMA BERDASARKAN KUHD
Abstract
A firm (firma), as a non-legal-entity business association, is subject to deed publicity under Articles 22, 23, 28, and 29 of the Indonesian Commercial Code (KUHD). This study examines how the absence of registration and announcement affects the legal position of a firm and the protection of good-faith third parties. It applies normative legal research using statutory and conceptual approaches to the KUHD, Government Regulation Number 28 of 2025, Minister of Law Regulation Number 25 of 2025, and relevant legal doctrine. The analysis shows that Article 29 KUHD allocates the information risk to the non-compliant firm: vis-à-vis third parties, the firm is deemed general in scope, established for an indefinite period, and every partner is deemed authorized to act on its behalf. Internal restrictions that were not publicized therefore cannot readily be asserted against third parties. This mechanism provides repressive protection after a dispute arises, but it does not fully provide preventive protection before a transaction. The current electronic registration regime strengthens administrative recording, yet accessible and up-to-date publicity remains essential so that third parties can verify the identity and authority of partners. The legal protection model should consequently combine the consequences under Article 29 KUHD with an accessible public register and clearer administrative compliance mechanisms.
References
Fuady, Munir. Hukum Kontrak: Dari Sudut Pandang Hukum Bisnis. Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2001.
Kansil, C. S. T., dan Christine S. T. Kansil. Pokok-Pokok Pengetahuan Hukum Dagang Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2013.
Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2017.
Muhammad, Abdulkadir. Hukum Dagang Indonesia. Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2010.
Muhammad, Abdulkadir. Hukum Perusahaan Indonesia. Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2021.
Purwosutjipto, H. M. N. Pengertian Pokok Hukum Dagang Indonesia: Bentuk-Bentuk Perusahaan. Jakarta: Djambatan, 1982.
Sembiring, Sentosa. Hukum Dagang. Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2015.
Annurdi. "Tanggung Jawab Sekutu Firma atas Kepailitan." Tanjungpura Law Journal 1, no. 1 (2017): 14-25. https://doi.org/10.26418/tlj.v1i1.18327.
Chensita, Ivone Tara, dan Raden Murjiyanto. "Pendaftaran Pendirian Badan Usaha Secara Elektronik Melalui Sistem Administrasi Badan Usaha." Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 28, no. 2 (2021): 396-417. https://doi.org/10.20885/iustum.vol28.iss2.art8.
Lasakar, Musa. "Keabsahan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 17 Tahun 2018 tentang Pendaftaran Persekutuan Komanditer, Persekutuan Firma, dan Persekutuan Perdata." Jurnal Media Hukum dan Peradilan 5, no. 2 (2019): 193-213. https://doi.org/10.29062/jmhp.v5i2.86.
Muslih, Muhammad, dan Andre Febrian Perdana. "Tinjauan Regulasi Persekutuan Firma dan Persekutuan Komanditer pada Tatanan Hukum Indonesia." Justicia Sains: Jurnal Ilmu Hukum 8, no. 1 (2023): 164-183. https://doi.org/10.24967/jcs.v8i1.2148.
Permadi, I Made Hendra. "Pengaturan Mengenai Pendaftaran Firma pada Sistem Administrasi Badan Usaha." Acta Comitas 4, no. 3 (2019): 475-483. https://doi.org/10.24843/AC.2019.v04.i03.p12.
Suari, Kadek Risma Ayu, dan I Nyoman Suantra. "Tanggung Jawab Sekutu terhadap Commanditaire Vennootschap (CV) yang Mengalami Pailit." Kertha Semaya 6, no. 2 (2018): 1-15.
Sudarsa, Dentria Cahya, dan I Wayan Parsa. "Kepastian Hukum Pendaftaran Persekutuan Komanditer pada Sistem Administrasi Badan Usaha." Acta Comitas 5, no. 3 (2020): 536-546. https://doi.org/10.24843/AC.2020.v05.i03.p09.
Susetyo, Herman. "Kedudukan Firma dan CV Beserta Anggota Sekutunya dalam Hukum Kepailitan." Law, Development and Justice Review 4, no. 1 (2021): 70-80. https://doi.org/10.14710/ldjr.v4i1.11958.
Utami, Putu Devi Yustisia. "Pengaturan Pendaftaran Badan Usaha Bukan Badan Hukum Melalui Sistem Administrasi Badan Usaha." Jurnal Komunikasi Hukum 6, no. 1 (2020): 1-19. https://doi.org/10.23887/jkh.v6i1.23432.
Wicaksono, Arinda Wicaksono, dan Paramita Praningtyas. "Efektivitas Pendaftaran Badan Usaha Melalui Sistem Administrasi Badan Usaha Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia." Notarius 14, no. 1 (2021): 47-57. https://doi.org/10.14710/nts.v14i1.37601.
Wiratama, Mohammad Ghalib. "Perbandingan Pertanggungjawaban Para Sekutu Persekutuan Perdata dan Sekutu Firma." Jurnal Bevinding 1, no. 8 (2023): 46-59.
Yohana. "Tanggung Jawab Hukum atas Bentuk Usaha Badan Hukum dan Bentuk Usaha Non Badan Hukum." Jurnal Mercatoria 8, no. 1 (2015): 46-53.
Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang.
Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Indonesia. Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.
Indonesia. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022.
Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
Indonesia. Peraturan Menteri Hukum Nomor 25 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Layanan Jasa Hukum Persekutuan Perdata, Persekutuan Firma, dan Persekutuan Komanditer.
Indonesia. Peraturan Menteri Hukum Nomor 49 Tahun 2025 tentang Syarat dan Tata Cara Pendirian, Perubahan, dan Pembubaran Badan Hukum Perseroan Terbatas.











