PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA INOVATIF BERBASIS INKUIRI DAN TEKNOLOGI DIGITAL : KAJIAN KEPUSTAKAAN
Abstract
Teknologi digital memberikan peluang baru untuk memperkuat pembelajaran sains di sekolah dasar, namun penggunaannya perlu diintegrasikan ke dalam pedagogi yang menempatkan peserta didik sebagai partisipan aktif dalam mengamati fenomena, mengajukan pertanyaan, menyelidiki bukti, menafsirkan data, dan mengkomunikasikan penjelasan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep, prinsip, bentuk, manfaat, dan tantangan pengembangan materi pembelajaran sains inovatif yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis inkuiri dan teknologi digital dalam pendidikan dasar. Studi ini menggunakan riset pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis. Sumber data terdiri dari buku-buku akademik, laporan institusional, artikel jurnal nasional dan internasional, dan tinjauan sistematis yang relevan dengan materi pembelajaran sains, pembelajaran berbasis inkuiri, teknologi digital, dan lembar kerja digital. Sumber dipilih secara purposif berdasarkan relevansi, kredibilitas, dan kekinian, dengan memprioritaskan publikasi dari tahun 2019–2026 sambil mempertahankan beberapa sumber dasar. Data dianalisis melalui reduksi informasi, kategorisasi tematik, perbandingan temuan, sintesis, dan perumusan implikasi. Tinjauan ini menunjukkan bahwa materi pembelajaran sains inovatif seharusnya tidak hanya sekadar mengubah buku teks cetak menjadi format digital. Sebaliknya, mereka seharusnya berfungsi sebagai lingkungan pembelajaran yang membimbing siswa melalui orientasi fenomena, perumusan pertanyaan, pengumpulan bukti, analisis data, pembangunan penjelasan, komunikasi, dan refleksi. Teknologi digital dapat memperkuat proses ini melalui video, simulasi, multimedia, lembar kerja digital, dokumentasi data, dan ruang kolaboratif. Literatur juga menunjukkan bahwa integrasi penyelidikan dan teknologi berpotensi meningkatkan keterlibatan, keterampilan proses sains, literasi ilmiah, berpikir kritis, dan komunikasi. Namun demikian, keberhasilan implementasi bergantung pada kompetensi guru, desain instruksional, akses ke perangkat dan konektivitas, serta penggunaan teknologi yang proporsional. Oleh karena itu, materi pembelajaran sains harus mengintegrasikan pedagogi, konten, aktivitas ilmiah, dan teknologi secara seimbang.
Kata kunci: materi pembelajaran sains; penyelidikan; teknologi digital; pendidikan dasar; riset perpustakaan
References
Arifin, Z., Sukarmin, Saputro, S., & Kamari, A. (2025). The effect of inquiry-based learning on students’ critical thinking skills in science education: A systematic review and meta-analysis. Eurasia Journal of Mathematics, Science and Technology Education, 21(3), em2592. https://doi.org/10.29333/ejmste/15988
Chen, F., & Chen, G. (2025). Technology-enhanced collaborative inquiry in K–12 classrooms: A systematic review of empirical studies. Science & Education, 34, 1731–1773. https://doi.org/10.1007/s11191-024-00538-8
Heindl, M. (2019). Inquiry-based learning and the pre-requisite for its use in science at school: A meta-analysis. Journal of Pedagogical Research, 3(2), 52–61. https://doi.org/10.33902/JPR.2019254160
Mahmudah, Q. N., Aszahra, Y. Z., Afkarina, N. I., & Prayogo, M. S. (2024). Penerapan pendekatan pembelajaran IPA berbasis inkuiri di tingkat sekolah dasar. Pendikdas: Jurnal Pendidikan Dasar, 5(2).
Maharani, N. L. P. I., Suniasih, N. W., & Agustika, G. N. S. (2024). E-LKPD berbasis inkuiri pada muatan IPA materi cahaya dan sifatnya kelas V sekolah dasar. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora, 8(1), 60–68. https://doi.org/10.23887/jppsh.v8i1.77093
Masithah, I., Jufri, A. W., & Ramdani, A. (2022). Bahan ajar IPA berbasis inkuiri untuk meningkatkan literasi sains. Journal of Classroom Action Research, 4, 149–152.
Mayer, R. E. (2021). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781316941355
National Research Council. (2000). Inquiry and the National Science Education Standards: A guide for teaching and learning. National Academy Press. https://doi.org/10.17226/9596
OECD. (2023). OECD digital education outlook 2023: Towards an effective digital education ecosystem. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/c74f03de-en
Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., et al. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71. https://doi.org/10.1136/bmj.n71
Ramdani, A., & Syukur, A. (2025). Meningkatkan keterampilan proses sains siswa: Studi pembelajaran menggunakan bahan ajar IPA inkuiri terintegrasi kearifan lokal. Journal of Classroom Action Research, 6(1), 84–90.
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
Strat, T. T. S., Henriksen, E. K., & Jegstad, K. M. (2024). Inquiry-based science education in science teacher education: A systematic review. Studies in Science Education, 60(2), 191–249. https://doi.org/10.1080/03057267.2023.2207148
Utami, N., & Atmojo, I. R. W. (2021). Analisis kebutuhan bahan ajar digital dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(6), 6300–6306. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i6.1716
Yun, M., & Crippen, K. J. (2024). The use of educational technology in inquiry-based elementary science education: A systematic review. International Journal of Science Education, 46(12), 1256–1279. https://doi.org/10.1080/09500693.2023.2284689











