KONSTRUKSI KEWAJIBAN DAN LARANGAN DALAM UU NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL: KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK

  • Jiwana Nurinsani Universitas Negeri Medan
  • Rahma Hidayati Universitas Negeri Medan
  • Kaila Azzahra Yasmin Universitas Negeri Medan
  • Huraiyah Jiratullah Universitas Negeri Medan
  • Lili Tansliova Universitas Negeri Medan
Keywords: obligation construction, prohibition construction, deontic modality, legislative text, forensic linguistics

Abstract

This study describes the construction of obligation and prohibition in the body of Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System (Articles 1–77) from the perspective of forensic linguistics. A descriptive qualitative method was used with documentation and note-taking techniques. The study found 37 data: 24 constructions of obligation and normative responsibility and 13 constructions of prohibition and sanction. Obligation is marked by wajib (12), harus (4), berkewajiban (6), and bertanggung jawab (2). Wajib is always followed by an active verb and is most often attached to the Government, whereas berkewajiban is attached only to non-governmental parties. Harus appears mostly in passive constructions, two of which do not state the obligated party. Explicit prohibition with dilarang occurs only in Article 21(2), while twelve criminal provisions in Articles 67–71 imply prohibition through the relation between the act and the sanction, eight of them by referring to other articles. The findings show that normative meaning is shaped by the choice of markers together with the subject, voice, clause structure, and cross-references between articles.

References

Almuhajirin, Mahsun, Sukri, Kamaluddin, & Sirulhaq. (2025). Penerapan Linguistik Forensik dalam Penyidikan Kasus Pidana Kebahasaan: Studi di Polda NTB. El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA, 24(1), 129–142.
Arfika, N., Pohan, A. H., Wuriyani, E. P., & Hadi, W. (2024). Analisis Fungsi Kategori, dan Peran Sintaksis ebagai Kalimat Efektif dalam Teks Cerita Anak “ Berbeda itu Tak Apa ” Buku Ajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas I SD Negeri 050611 Aman Damai. Jurnal Inspirasi Pendidikan (ALFIHRIS), 2(3), 23–32.
Arifianti, I. (2023). Pola Interogasi Penyidik terhadap Saksi pada Berita Acara Pemeriksaan Kasus Delik Aduan: Tinjauan Linguistik Forensik. Prosiding PIBSI XLV UPGRIS, 639–645.
Astomo, P. (2021). Ilmu Perundang-Undangan: Teori dan Praktik di Indonesia. Rajawali Pers.
Barus, A. F. B., Pasaribu, A. T. A., & Tansliova, L. (2024). Tantangan dan Solusi Penggunaan Bahasa Indonesia yang Efektif dalam Diskusi Akademik untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Mahasiswa Milenial. Fonologi: Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris, 2(2).
Debora, D., Hutasoit, F. Y. N., Tarigan, R. A. B., Situmorang, R. B., Sitorus, R. Y., & Hadi, W. (2024). Analisis Kesalahan Berbahasa pada Makalah Mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi UNIMED. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya, 2(3).
Haty, K., & Ningsih, A. R. (2025). Ambiguitas Makna dalam Bab IV Perkawinan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia. Lingua Franca: Jurnal Bahasa dan Sastra, 4(1), 1–14.
Jannah, F. N., Wuryaningrum, R., & Rijadi, A. (2021). Tindak Tutur Direktif Bermodus Imperatif Siswa dalam Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK. NILA: Nuances of Indonesian Language, 2(2), 56–66.
Kristianto, Y. (2015). Linguistik Forensik: sebuah Tinjauan Bahasa dalam Ranah Hukum. LITERA: Jurnal Litera Bahasa dan Sastra, 1(1), 97–102.
Nuryani, N., & Soleha, M. (2023). Perseteruan Bahasa: sebuah Kajian Linguistik Forensik Atas Wawancara Pengacara. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 14(1), 48–64.
Palmer, F. R. (2001). Mood and Modality (2nd ed.). Cambridge University Press.
Purwono, P. Y., & Datang, F. A. (2024). Lexical and Grammatical Meaning’s Ambiguity in the Job Creation Law Number 6 of 2023. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 10(2), 566–583.
Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301).
Republik Indonesia. (2011). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234).
Simanjuntak, F. M., Sibagariang, A., Manullang, T. D., Situmorang, Y. Y., Yogbakci, A., & Hadi, W. (2024). Analisis Kesalahan Berbahasa pada Teks Laporan Riset Mini Mahasiswa Universitas Negeri Medan. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya, 2(3), 203–215.
Sinal, M., Syaifudin, Y. W., Muqit, A., & Sukadi, I. (2025). Linguistik Forensik dalam Mengidentifikasi Bahasa yang Digunakan dalam Bidang Kejahatan Transaksi Elektronik. Prosiding Seminar Nasional Sosial dan Humaniora, 2, 111–118.
Sitompul, Y. L., Ananda, Q. A., & Tansliova, L. (2024). Pengaruh Penggunaan Bahasa Prokem terhadap Eksistensi Bahasa Indonesia di Kalangan Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan. Fonologi: Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris, 2(2).
Subyantoro. (2019). Linguistik Forensik: Sumbangsih Kajian Bahasa dalam Penegakan Hukum. Adil Indonesia Jurnal, 1(1), 36–50.
Subyantoro. (2022). Linguistik Forensik: sebuah Pengantar. CV Farishma Indonesia.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suparmin. (2022). Pengantar Sintaksis. Lakeisha.
Syathroh, I. L. (2024). Pengantar Linguistik. CV Hei Publishing Indonesia.
Utami, N. H., Gustianingsih, & Bangun, P. (2025). Ambiguitas Leksikal pada Undang-Undang RI Nomor 11 Taun 2020 tentang Cipta Kerja. Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia, 14(1), 74–82.
Wahyuni, R. S., Simorangkir, S. B. T., Gusar, M. R. S., Rahmawati, Y., & Setyorini, R. (2023). Analisis Kesalahan Berbahasa. Widina Bhakti Persada Bandung.
Published
2026-10-09
How to Cite
Nurinsani, J., Hidayati, R., Yasmin, K. A., Jiratullah, H., & Tansliova, L. (2026). KONSTRUKSI KEWAJIBAN DAN LARANGAN DALAM UU NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL: KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(04), 610 - 621. https://doi.org/10.36989/didaktik.v12i04.19231