PERSPEKTIF MULTIKULTURAL DALAM KURIKULUM SEKOLAH DASAR DI JEPANG, SINGAPURA, KOREA SELATAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP INDONESIA
Abstract
Pendidikan membentuk karakter dan intelektual anak, dan di era globalisasi, multikulturalisme menjadi penting dalam kurikulum pendidikan dasar. Multikulturalisme mengenalkan siswa pada keberagaman budaya dan menumbuhkan rasa saling menghormati. Artikel ini mengeksplorasi penerapan multikulturalisme dalam kurikulum sekolah dasar di Jepang, Singapura, dan Korea Selatan, yang memiliki sistem pendidikan maju dan berhasil mengintegrasikan nilai-nilai multikultural. Jepang mulai mengadopsi pendidikan multikultural untuk menghadapi globalisasi, Singapura telah lama mengelola keberagaman dengan baik, dan Korea Selatan sedang berusaha mengintegrasikan nilai multikultural. Melalui studi ini, artikel menganalisis implementasi pendidikan multikultural di ketiga negara tersebut dan mengevaluasi dampaknya bagi pendidikan dasar di Indonesia. Dengan belajar dari pengalaman mereka, Indonesia dapat mengadaptasi praktik terbaik untuk memperkaya kurikulum pendidikannya. Metode penulisan menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi perbandingan dan analisis dokumen, mengandalkan literatur relevan. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan multikultural di Jepang, Singapura, dan Korea Selatan bervariasi sesuai dengan konteks sosial, sejarah, dan kebijakan pendidikan masing-masing. Studi ini diharapkan memberikan wawasan bagi Indonesia untuk mengembangkan pendidikan dasar yang inklusif dan multikultural.
References
Farazandi, M. F. (2024). Analisis
Perbandingan Pendidikan
Karakter di Singapura dan
Indonesia (Landasan Ideologi
dan Problematikanya). NUSRA:
Jurnal Penelitian dan Ilmu
Pendidikan, 5(2), 523-531.
Astuti, Y. D. (2023). Profil Pelajar
Pancasila Sebagai Upaya
Mewujudkan Identitas
Nasional Era Revolusi Industri
4.0. Jurnal Pendidikan West
Science, 1(02), 133–141.
https://doi.org/10.58812/jpdws.v1i02.221
Chang, I. S. (2012). Multicultural
Education in Korea: Its Origin,
Status, and Direction.
Multicultural Education
Review, 4(2), 60–90.
https://doi.org/10.1080/2005615X.2011.11102894
Irawati, H., dan Maulidiyah, A.
Belajar Pendidikan Dasar
pada Sekolah di Jepang. DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i1.1922
Lestari, D. E. . (2024). Studi
Komparasi Pelaksanaan
Pembelajaran Matematika Pada Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum Jepang. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(1), 40–46. https://doi.org/10.29303/jipp.v9i1.1830
https://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/kurikulum-merdeka
Lim, S., & Kester, K.,(2023). Korean Middle School Teachers’
Perceptions and Teaching
Practices of Multicultural Education. International Journal of Multicultural Education (Vol. 25, No.3). http://www.ijme-journal.org
Mai, C., Wu, C., & Saenghong, N.,
(2023, Desember). The Study
of Multicultural Education and
Teachers’ Multicultural
Teaching Competency in
Singapore and South Korea
(Vol 30, No.3).https://so05.tci-thaijo.org/index.php/reflections/index
Mulyadi, B. (2019). Model
Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Dan Anak Usia Sekolah Dasar Di Jepang. Kiryoku, 3(3), 2019.
Nasution, T., Khoiri, N., Firmani, D.
W., & Rozi, M. F. (2022).
Perbedaan Sistem Kurikulum
Pendidikan Anggota Asean,
Indonesia dan Singapura. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (Jpdk), 4(3), 1847-1958.
Nisak, N. M., Kholis, N., & Khoiriyah,
N. (2022). Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Negara Singapura, Jepang Dan Korsel Beserta Dampaknya Terhadap Pendidikan di Sekolah Dasar Di Negara Indonesia. eL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education, 4(1), 103-119.
Nurchayo. H.O (2018). Pendidikan
Multikultural di Indonesia :Analisis Singkronis dan Diakronis. Vol. 2 No.1 Maret 2018 p.105-115.
Ridlwan, M., & Abidin, R. (2021).
Kebijakan Pendidikan Sekolah Dasar 3 Negara (Singapur, Jepang, Korea Selatan) Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Sekolah Dasar Indonesia. Pedagogi: Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 141-148.
Rahman, Sipuan, Aly, H.,N.,
Zulkarnain, dan Ismail.(2022).Sejarah, Pendidikan Multikultural di Jepang. 8 (1): 42-52
Sa'adah, Miftahus. (2020). Studi
komparatif reformasi pendidikan di Singapura dan Indonesia. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi. 7. 70-79. 10.21831/jppfa.v7i1.25273.
Septiyani, N., & Yusuf, N. (2022).
Implementasi Nilai-Nilai Nasionalisme Pada Siswa Sekolah Dasar di Sekolah Indonesia Singapura. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 10(1), 1-8.
Pradana, D. R., & Dellawati, D.
(2024). Kurikulum Pendidikan Dasar di Negara Finlandia dan Singapura. EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 6(2), 1096-1103.
Suneki, S., Hadi, D. P., & Yunus, M.
(2022, December). Implementasi Pendidikan Multikultural Melalui Festival Seni Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. In Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Vol. 3, pp. 204-211). https://conference.upgris.ac.id/index.php/snhp/article/view/3436
Suhada, I., Subrata, H., & Mariana,
N. (2024). MENERAPKAN PENDIDIKAN DISIPLIN DI SEKOLAH DASAR ALA JEPANG SHITSUKE (?). Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 7(1), 290-295.
Sunadi, I., Ginanjar, H., Ginanjar, D.,
dan Suherdi, A. F.,(2020).Peran Pendidikan dalam Memahami dan Menghormati Multikulturalisme di Sekolah. 4(1): 899-907
Syakrani, A. W., Malik, A., Hasbullah,
H., Budi, M., & Maulidan, M. R. (2022). Sistem Pendidikan di Negara Singapura. ADIBA: Journal of Education, 2(4), 517-527
Wirna Milda Alam, Cindy Lestari
Sandung, & A. Octamaya Tenri Awaru. (2023). The Influence of the Korean Wave on the Dynamics of Multiculturalism Among Indonesia’s Young Generation. Journal of Indonesian Culture and Beliefs (JICB), 2(1), 1–12. https://doi.org/10.55927/jicb.v2i1.4431
Yanuar, R. F. (2021). Studi
Komparasi Kurikulum Sekolah Dasar Di Indonesia Dan Jepang. Jurnal Dharma PGSD, 1(2), 146-161.











