MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PELAJAR MERDEKA MELALUI PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan pembelajaran dan keterampilan berpikir kritis siswa sebagai pelajar merdeka melalui penerapan pembelajaran sosial emosional berbasis kearifan lokal dengan pendekatan Culturally Responsif Teaching (CRT) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi teks deskripsi. Dalam konteks pelajar merdeka, pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) berperan penting dalam menyelaraskan model pembelajaran sosial emosional dengan nilai-nilai dan tradisi lokal, sehingga dapat memperdalam keterikatan siswa terhadap latar sosial dan budaya mereka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri atas siklus perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini berlangsung di kelas X.B SMP Negeri 4 Sungguminasa dengan siswa yang berjumlah 36 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga pertemuan yang dilakukan peneliti diketahui bahwa keaktifan pembelajaran siswa memperoleh persentase sebesar 97% dengan kategori “Sangat Aktif”. Keterampilan berpikir kritis siswa memperoleh persentase sebesar 85% sehingga termasuk dalam kategori “Kritis”. Hasil belajar siswa memperoleh persentase sebesar 94% dengan keterangan “Tuntas”. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa menerapkan pembelajaran sosial emosional yang dimaksimalkan dengan pendekatan pembelajaran kearifan lokal (Culturally Responsive Teaching) dapat mendukung terciptanya aktif dan kolaboratif learning sehingga berdampak positif dalam meningkatkan keaktifan dan keterampilan berpikir kritis siswa dibuktikan dengan hasil belajar yang meningkat signifikan.
References
Fitria, Saenab, S., Tahir, S., & D. (2023). Peningkatan Hasil Belajar IPA Peserta Didik Menggunakan Pendekatan Culturaly Responsive Teaching di SMP Negeri 1 Pallanga. Jurnal Pemikiran Dan Pengembangan Pembelajaran, 5(2), 1004–1008.
Kemmis, and T. (1997). The Action Research Planner. Deakin University Press.
Khalisah, H., Firmansyah, R., Munandar, K., & Kuntoyono, K. (2023). Penerapan PjBL (Project Based Learning) dengan Pendekatan CRT (Culturally Responsive Teaching) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Bioteknologi Kelas X-7 SMA Negeri 5 Jember. Jurnal Biologi, 1(4), 1–9. https://doi.org/10.37216/aura.v3i1.603
KWRIU Kemdikbud, K. D. T. R. I. untuk U. (2024). Rekam Jejak Bidang Pendidikan. Kwriu.Kemdikbud.Go.Id. https://kwriu.kemdikbud.go.id/rekam-jejak/khusus/bidang-pendidikan/
Mursyid. (2015). Pengembangan Pembelajaran PAUD. PT REMAJA ROSDAKARYA. https://doi.org/10.32505/jl3t.v3i1.337
Noviarini, K., Bahtiar, R. S., & Santoso, E. (2024). Penerapan Culturally Responsive Teaching Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Produk Unggulan Daerah bagi Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Edutama : Jurnal Ilmiah Penelitian Tindakan Kelas, 1(1), 105–113.
Salma, I. M., & Yuli, R. R. (2023). Membangun Paradigma tentang Makna Guru pada Pembelajaran Culturally Responsive Teaching dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Era Abad 21. Jurnal Teknologi Pendidikan, 1(1), 1–11.
Sudarsono, M. (2024). Menelaah Penerapan Pembelajaran Sosial Emosional Dan Perwujudannya Dalam Pendidikan Yang Berpihak Pada Peserta Didik. Jurnal Muria Research Guidance and Counseling (MRGC), 3(1), 79–90. https://doi.org/10.24176/mrgc.v3i1.12539
Sumaryamti, S. (2023). Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Dalam Kurikulum Merdeka Belajar Untuk Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, 4(1), 47–55. https://doi.org/10.36418/jist.v4i1.564
UNESCO. (2024). Quality Education and Lifelong Learning Opportunities For All. Unesco.Org. https://www.unesco.org/en/fieldoffice/daressalaam/expertise/educationandlifelonglearning











