PERANAN ORANGTUA DAN GURU BK DALAM MENGATASI DEGRADASI MORAL SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KECAMATAN PAYAKUMBUH

  • Fina Diningsih Lestari UIN Sjech M. Djamil DJambek Bukittinggi
  • Afrinaldi Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Muhiddinur Kamal Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Fadhilla Yusri Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
Keywords: Role of Parents, BK Teachers, Moral Degradation

Abstract

This research is motivated by the occurrence of common violations that are often found in SMAN 1 Kec. Payakumbuh, the problem of moral decline that occurs in students such as skipping school, being undisciplined, students coming late to school, smoking, being alpha, leaving, jumping over fences, and dating has gone beyond reasonable limits, this also occurs in SMAN 1 Kec. Payakumbuh. The research method is qualitative, data collection in the study through Observation, interviews, and documentation, the subjects in this study were 1 guidance and counseling teacher, 5 students and 5 parents of students. The purpose of the study was to determine the role of parents in overcoming moral degradation of students at SMAN 1 Kec. Payakumbuh; to determine the role of BK teachers in overcoming moral degradation of students at SMAN 1 Kec. Payakumbuh. Research The results of this study indicate that the way guidance and counseling teachers provide direction/guidance in overcoming moral degradation of students has been running well as seen from the counseling process carried out for students, namely by providing information services, advice, motivation and concluding the results of the counseling process. The method used is smiling to greet students, greeting students as the initial stage in the counseling process, the next method is to provide appropriate responses to students' feelings, telling students to do something such as providing group guidance services, group counseling services, individual counseling. And conclude all the results of the discussion with students so that it is easier for guidance and counseling teachers to solve student problems.

References

Alawiyah, M. A. (2018). Peran guru dan lingkungan sosial terhadap tindakan bullying siswa sekolah dasar. Joyful Learning Journal, 7(2), 78-86.
Ali, M., & Asrori, M. (2014). Psikologi Remaja. Jakarta: Bumi Aksara.
Bungin, B. (2001). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Daradjat, Z. (2004). Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Davies, I. K. (2006). Pengelolaan Belajar. Jakarta: Rajawali Pers.
Djumhur, D., & Surya, M. (1975). Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Bandung: CV Ilmu.
Fitrah, M., & Luthfiah, L. (2017). Metodologi Penelitian ;Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas dan Studi Kasus. Jawa Barat: CV Jejak.
Fuad, A. (2014). Panduan Praktis Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2014.
Hamalik, O. (2020). Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Hikmawati, F. (2010). Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Ilham, M. (2019). Pengertian Siswa menurut para ahli. Https:// Materi Belajar. Co. Id.
Jahja, Y. Psikologi Perkembangan. Penerbit: Kencana Prenada Media Group.
Juwariyah, J. (2010). Dasar-dasar Pendidikan Anak dalam Al-quran. Yogyakarta
Lubis, N. L. (2011). Memahami Dasar-dasar Konseling dalam Teori dan Praktik. Jakarta: Kencana.
Mapiare, A. (2006). Kamus istilah Konseling dan terapi. Jakarta: PT Grafindo Persada.
Moleong, L. J. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya.
Nisrima, S., Yunus, M. N., & Hayati, E. N. (2017). Pembinaan perilaku sosial remaja penghuni yayasan islam media kasih kota Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan, 1(1).
Prayitno, P. (1997). Pelayanan Bimbingan dan Konseling SMU. Jakarta: Dirjen Dikti Diknas.
Prihatmojo, A., & Badawi, (2020). Degradasi, Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar menengah 4.0, Moral di Era. Jurnal Riset Pedagogik, 4
Riswani, R., & Diniaty, A. (2008). Konsep Dasar Bimbingan dan Konseling. Pekanbaru: Siska Pres.
Rohidi, T. R. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press.
Senjari, I . (2017), Tanggung Jawab Orangtua Terhadap Pendidikan Anak Dalam Perspektif Hadist. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Surakarta.
Shaleh, A. R. (2008). Psikologi Suatu Pengantar Salam Persepektif Islam. Jakarta: Prenada Media Group
Soetjipto., & Kosasi, R. (2007). Profesi Keguruan. Jakarta: Rineka Cipta.
Sukardi, D. K. (1985). Pengantar Teori Konseling. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Susanti, A. (2018). Kiat-kiat Orangtua Tanggung menjadikan Anak displin dan Bahagia, Tunas Siliwangi; Jurnal Program Studi Pendidikan Guru PUAD STKIP Siliwangi. 4(1), 25-31.
Syaefudin, U., & Makmum, A. S. (2011). Perencanaan Pendidikan. Bandung: Rosdakarya.
Tohirin, T. (2007). Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Tohirin, T. (2011). Bimbingan dan Konseling di sekolah dan madrasah (Berbasis Integrasi). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Umar, M .(2015). Peranan orangtua dalam peningkatan prestasi belajar anak. Jurnal Eduksi: Jurnal Bimbingan Konseling. 1(1), 20-28
Wardati, W. (2011). Implementasi Bimbingan Dan Konseling di Sekolah. Surabaya: Rineka Cipta.
Winkel W. S. (2005). Bimbingan dan Konseling di Institut Pendidikan. Jakarta: Gramedia.
Yusri, F. (2015). Instrumentasi Non- Tes Dalam Konseling. Padang Panjang: P3SDM Melati Publishing.
Published
2024-09-30
How to Cite
Fina Diningsih Lestari, Afrinaldi, Muhiddinur Kamal, & Fadhilla Yusri. (2024). PERANAN ORANGTUA DAN GURU BK DALAM MENGATASI DEGRADASI MORAL SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KECAMATAN PAYAKUMBUH. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 10(04), 291 - 312. https://doi.org/10.36989/didaktik.v10i04.4511

Most read articles by the same author(s)