REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM CERPEN “MAK IPAH DAN BUNGA-BUNGA” KARYA INTAN PARAMADHITA: ANALISIS WACANA KRITIS MODEL SARA MILLS
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan posisi subjek-objek dan posisi penulis-pembaca pada cerpen Mak Ipah dan Bunga-Bunga karya Intan Paramadhita: Analisis Wacana Kritis Model Sara Mills”. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu pencerita adalah pihak yang menuturkan cerita kepada pembaca. Objek penelitian ini yaitu bagaimana posisi Mak Ipah dan anak perempuannya sebagai perempuan yang menjadi korban dari ketidakadilan gender. Data penelitian ini dikumpulkan melalui analisis cerpen yang diterbitkan di Buku Sihir Perempuan edisi kedua pada Februari 2023 menggunakan analisis wacana kritis Sara Mills. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana posisi subjek-objek di dalam cerita di mana objek cerita lebih cenderung menerima kondisinya meskipun ada sedikit perlawanan namun hanya di dalam pikirannya saja. Sementara posisi subjek-objek pada penelitian cerita pendek ini yaitu subjek menuntun pembaca sebagai pihak yang menerima gagasan penulis dan sering terjadi pada kehidupan sehari-hari pada tokoh perempuan. Penelitian ini membahas bagaimana ketergantungan perempuan terhadap asal-usulnya, ketimpangan perempuan terhadap laki-laki, perempuan sebagai korban kekerasan laki-laki, perempuan tidak memiliki ruang untuk dipahami, dan perempuan sebagai makhluk yang lemah dan pasrah. Representasi ini banyak merugikan tokoh perempuan di dalamnya, baik dari segi fisik maupun mental.
References
Ichan, G. R., & Zakiyah, M. (2023). Manipulasi tokoh perempuan sebagai dominasi laki-laki dalam film Selesai karya sutradara Tompi: Kajian analisis wacana Sara Mills. Sintesis, 17(2), 156–170. https://doi.org/10.24071/sin.v17i2.5602
Habibah, S. U. (2020). Analisis Wacana Kritis pada Catatan Najwa Berjudul “Trias Koruptika” Perspektif Norman Fairclough. Adabiyyāt: Jurnal Bahasa dan Sastra, 4(2), 244-261.
Kridalaksana, H. (1982). Kamus Linguistik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Masitoh. (2020). Pendekatan dalam Analisis Wacana Kritis. Edukasi Lingua Sastra, 18(1), 66–76.
Moleong, L. J. (2004). Metode Penelitian Kualitatif. Reamaja Rosdakarya.
Miles,M.B, Huberman,A.M, dan Saldana,J. 2014. Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook, Edition 3. USA: Sage Publications. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi, UI-Press.
Novitasari, M. (2018). DISKRIMINASI GENDER DALAM PRODUK BUDAYA POPULER (Analisis Wacana Sara Mills Pada Novel “Entrok”) (Vol. 12, Issue 2). http://journal.ubm.ac.id/
Rokhmansyah, A., Valiantien, N. M., Giriani, N. P., & Mulawarman, U. (2018). KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM CERPEN-CERPENKARYA OKA RUSMINI.
Sariasih, W., Rasyid, Y., & Anwar, M. (2023). Analisis Wacana Kritis Sara Mills dalam Cerpen Sepasang Mata Dinaya yang Terpenjara. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 6(2), 539–548. https://doi.org/10.30872/diglosia.v6i2.607
Widayati, S. (2020). BUKU AJAR KAJIAN PROSA FIKSI. LPPM Universitas Muhammadiyah Buton Press.
Widiyaningrum, W., & Wahid, U. (2021). Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies ANALISIS WACANA SARA MILLS TENTANG KASUS KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN (Studi Pemberitaan Media Tribunnews.com dan Tirto.id). 7(1), 14–30











