AKTIVITAS SEHARI-HARI YANG MENDUKUNG PERKEMBANGAN ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI YAYASAN GRAHA CAHAYA
Abstract
Mental retardation is a term that describes a person's intellectual limitations. This condition is generally detected in childhood, but can also appear in adulthood. Please note that this condition is no longer referred to as mental retardation. This research aims to determine the facilities and learning activities available at the Graha Cahaya Medika Foundation in Serang. This research method uses qualitative with a descriptive approach. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The data analysis technique used is triangulation. From the results of the research and observations I made on this child named Sulaiman, he was a mildly mentally retarded child. When he first met Sulaiman he was a quiet child with people he had just seen. After a humiliating approach with the supervision and help of the mother's nurse, Sulaiman finally started to get used to my presence. Sulaiman had difficulty speaking so I needed a nurse's translation so that I didn't mishear what Sulaiman was saying
References
Chairunnisa, C. (2018). Pengaruh Literasi Membaca dengan Pemahaman Bacaan (Penelitian Survei pada Mahasiswa STKIP Kusumanegara Jakarta). Jurnal Tuturan, 6(1), 745–756.
Darmawati, T. L., Hastijanti, R. A. R., & Murti, F. (2023). Strategi Desain Fasilitas Pendidikan Bagi Tunanetra Dan Tunagrahita: Design Strategies for Edicational Facilities for The Visually and Intellectual Disability. Sarga: Journal of Architecture and Urbanism, 17(2), 23–32.
Delphie, B. (2016). Kontribusi Play Assessment Chart terhadap Guru SLB-C untuk Kegiatan Asesmen dalam Penyusunan Program Pembelajaran Individual. Jurnal Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, 10(2), 101784.
Depdiknas, P. L. B., & Direktorat, P. (2007). Pedoman Umum Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa.
Hendriks, A. (2007). UN Convention on the Rights of Persons with Disabilities. European Journal of Health Law, 14(3), 273–298.
Latifah, I. (2020). Pendidikan Segregasi, Mainstreaming, Integrasi dan Inklusi, Apa Bedanya? Jurnal Pendidikan, 29(2), 101–108.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 102–107.
Muhdiar, F. A., & Handayani, E. (2019). Efektivitas Teknik Repeated Oral Reading dan Implementasi TeknikTeknik Modifikasi Perilaku dalam Meningkatkan Kelancaran Membaca pada Anak dengan Mild Intellectual Disability. Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal Psychology of Science and Profession), 3(2), 114–122.
Ramadhan, M. Z., & Harsiwi, N. E. (2024). Pendampingan Anak Tunagrahita SLB-C AKW Kumara I Surabaya. JPPKh Lectura: Jurnal Pengabdian Pendidikan Khusus, 2(1), 9–16.
Rahmawati, R. L., & Nazarullail, F. (2020). Strategi Pembelajaran Outing Class Guna Meningkatkan Aspek Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal PG-PAUD Trunojoyo: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini, 7(2), 9–22
Rosalina, T. A., & Apsari, N. C. (2020). Dukungan Sosial Bagi Orang dengan Disabilitas Netra dalam Pencapaian Prestasi di Sekolah Luar Biasa. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2), 414.
Sugiyono, P. D. (2017). Metode Penelitian Bisnis: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, dan R&D. Penerbit CV. Alfabeta: Bandung, 225(87), 48–61.
UU Nomor 12. (2010). UU Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka. Undang - Undang Gerakan Pramuka, 21–26.
Widiastuti, N. L. G. K., & Winaya, I. M. A. (2019). Prinsip Khusus dan Jenis Layanan Pendidikan Bagi Anak Tunagrahita. Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP), 9(2).
Wuryani, W. (2011). Kemandirian Anak Tunagrahita Ringan melalui Pembelajaran Terpadu. Perspektif Ilmu Pendidikan, 23(XIV), 1–11.











