UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK ALUS MELALUI BRUSH PAINTING PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK TABARAK KEC. DELI TUA T.A 2023/2024

  • Wila Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
  • Dewi Fitria Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah
Keywords: Motorik Halus Brush Painting Anak Usia Dini

Abstract

Brush painting merupakan salah satu kegiatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini, karena kegiatan ini melibatkan jari tangan dan koordinasi mata. Hasil observasi awal di TK TABARAK kec Deli Tua ditemukan kemampuan motorik halus anak masih kurang optimal dikarenakan masih kesulitan saat memegang krayon dan  mewarnai di luar garis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan brush painting dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak usia 5 – 6 tahun di TK TABARAK kec Deli Tua. Penelitian ini merupakan jenis penelitian penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan merupakan penelitian yang dilakukan melalui tindakan di kelas oleh guru/peneliti.  Penelitian tindakan dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu: (1) Perencanaan (2) Tindakan (3) Observasi (4) Refleksi, untuk upaya meningkatkan kemampuan anak melalui media brush painting. Subjek penelitian ini adalah 17 anak, yang terdiri dari 10 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui brush painting , aktivitas guru dan anak serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Instrument pada penelitian ini menggunakan lembar observasi (ceklist) yang digunakan sebagai instrumen penelitian untuk mengetahui motorik halus anak agar peniliti terarah dalam melakukan obervasi sehingga hasil data dapat diperoleh dengan mudah. Dari data hasil tindakan penelitian pada siklus II khususnya pada peningkatan kemampuan motorik  anak yang dimulai dari pembukaan atau kegiatan awal, kegiatan inti, penutup atau kegiatan akhir. Pada siklus II anak-anak menunjukkan beberapa sikap yang lebih baik Iagi dari siklus I, salah satu diantaranya anak-anak mulai bias melakukan brush painting, serta mampu aktif dalam merespon stimulus yang diberikan oleh guru. Dari hasil observasi anak di siklus II menunjukkan bahwa hanya ada beberapa anak mendapatkan nilai l, maka pada siklus II yang mendapatkan nilai 1 telah berkurang. Maka pada siklus II kemampuan motorik  anak meningkat.

References

Penelitian Kuantitatif Jakarta:GAVA
Anita Yus. Penilaian Perkembangan Belajar Anak Taman Kanak-Kanak, Jakarta:Direktur Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.
Ari Wulandari, dkk. (2015). Penerapan Metode Demontrasi Berbantuan Media Bahan Alam dengan Teknik Mencetak untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus pada Anak Kelompok B TK Ganesha Denpasar, e-Journal PG-PAUD, Vol 3, No 1.
Bustomi,Y. (2012). Melejitkan Potensi dan Kecerdasan Anak Usia Dini. Citra Publishing
Diana Mutiah. (2010). Psikologi Bermain Anak Usia Dini, Jakarta: Kencana.
Effi Kumala Sari. (2012). Peningkatan Perkembangan Motorik Halus Anak melalui Kegiatan Kolase dari Bahan Bekas di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Simpang IV Agam, Jurnal PAUD, Vol, 1, No. 1
Furqan. (1997). Statistika Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta
Haditono,R. (2004). Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: GADJAH MADA UNIVERSITY IKAPI.
Hadiz,F.A. (1996). Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti Proyek Pendidikan Tenaga Guru.
Hildayani,R.dkk (2004). Psikologi Perkembangan Anak. Modul 1. Bandung: Universitas Terbuka.
Hurlock,E. B. (1980). Perkembangan Anak Edisi ke lima. Penerjemah Istiwidayanti, Jakarta: Erlangga.
Johni Dimyati. (2013). Metode Penelitian Pendidikan dan Aplikasinya pada Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), Jakarta : Kencana.
Kurniawan,M. (2010). Teknik Pembelajaran Melukis Dengan Jari. Tersedia:http://mulkiskurniawan.blogspot.com/2012/09/teknik-pembelajaran-melukis- dengan-jari.html.[Akses: 14 Januari 2013].
Kebudayaan. Sudjana & Ibrahim (2004). Penelitian dan Penilaian
Maimunah Hasan. (2010). Pendidikan Anak Usia Dini, Yogyakarta: Diva Press.
Media Arikunto,S. (2006). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Megantari,A. (2011). Peningkatan Kreatifitas Anak dalam Pembelajaran Melukis Melalui Teknik Finger Painting. Skripsi Program Pendidikan Usia Dini pada FIP UPI Bandung: Tidak diterbitkan.
Meity H. Idris. (2014). Strategi Pembelajaran yang Menyenangkan, Jakarta: Luxima.
Montolalu,B.E.F. (2008). Bermain dan Permainan Anak. Modul 1. Bandung: Universitas Terbuka
Motorik Halus. Skripsi Program Pendidikan Guru Pendidikan Usia Dini pada FIP UPI Bandung: Tidak diterbitkan.
Mulyasa. (2012). Manajemen PAUD, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Ni Luh Ami Yestiari, “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Motorik Halus”. (E-Journal Pg-Paud: Universitas Pendidikan Ganesha. Volume 2 No. 1 tahun 2015).
Nina Astria, et.al., “Penerapan Metode Bermain Melalui Finger Painting Untuk Meningkatkan Motorik Halus”, e-Journal PGPAUD Universitas Pendidikan GaneshaJurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak UsiaDini (Volume 3No.1 –Tahun 2015).
Nurlaili, Modul Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini, Medan Desember 2019.
Nurul Riana, dkk. (2018). Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus melalui Kegiatan Airbrush pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Islam Akramunnas Pekanbaru, Jurnal Guru Pendidikan Anak Usia Dini.
Pamadhi,H. (2008). Didaktik Metodik di Taman Kanak-kanak. Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.
Pekerti,W. (2008). Metode Pengembangan Seni. Modul 1. Bandung: Universitas Terbuka.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permendikbud) Nomor 137. (2014).
Purwanto,A. (2010). Seni Lukis. (Tersedia) :http//id.wikipedia.org. [Akses:7 Februari 2013]
Rahyubi,H. (2012). Teori-teori Belajar dan Aplikasi Pembelajaran Motorik Halus. Majalengka: Nusa Media.
Rukaesih, dkk. (2015). Metodelogi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.
Santrock, J,W. (2007). Perkembangan Anak Jilid I. Jakarta: Erlangga
Selia Dwi Kurnia, “Pengaruh Kegiatan Painting Dan Keterampilan Motorik Halus Terhadap Kreativitas Anak Usia Dini Dalam Seni Lukis”, Jurnal Pendidikanusia Dini Volume 9 Edisi 2, November 2015,h. 292.
Siti, I.H. (1996). Pendidikan Kesenian: Departemen Pendidikan
Sugiyanto, Imam (2006). Seni Lukis di Taman Kanak-kanak. (Tersedia) :http//tem- parnata.com.[Akses: 28 Januari 2013]
Sugiyono. (2008). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Suharsimi Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Suharsimi Arikunto. (2010). Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksar
Sujiono,dkk. (2007). Metode Perkembangan Kognitif. Modul 1. Bandung: Universitas Terbuka.
Sumantri, (2005). Model Pengembangan Keterampilan Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas
Susanto, Ahmad, Pendidikan Anak Usia Dini (Konsep dan Teori), (Jakarta : Bumi Aksara, 2017)
Suyadi. (2015). Teori Pembelajaran Anak Usia Dini, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Syah,Muhibbin. (2009). Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Yulida,Ajeng. (2011). Pengaruh Aktifitas Kolase Terhadap Keterampilan
Yusuf,Syamsu. (2000). Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Published
2025-03-10
How to Cite
Wila, W., & Fitria, D. (2025). UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK ALUS MELALUI BRUSH PAINTING PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK TABARAK KEC. DELI TUA T.A 2023/2024. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(01), 268 - 281. https://doi.org/10.36989/didaktik.v11i01.5314