KAJIAN MORALITAS TARI PAJOGE MAKKUNRAI DALAM PERSPEKTIF HERMENEUTIKA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji moralitas tari pajoge makkunrai dalam perspektif hermeneutika. Jenis penelitian yakni deksriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yakni simak, baca, catat, dan dokumentasi. Berdasarkan hasi penelitian dapat diketahui bahwa Tari Pajoge Makkunrai dalam analisis hermeunitika Paul Ricouer yang memiliki simbol, makna, dan filosofis. Hasil dari analisis maka ditemukan simbol gerak pada tari Pajoge Makkunrai yakni Tettong Mabborong, Mappakaraja, Mappasompe, Ballung, Matekka, Masessere, Mappacanda, Mappaleppa, Majjulekkalebba, dan Massimang. Memiliki makna utama yakni bagimana cara bersosial dan cara berinteraksi yang baik, pencarian jodoh atau menemukan jodoh dan saling memberi atau berbagi rejeki terhadap sesama manusia. Itulah makna yang seharusnya diamalkan bahwa kehidupan membutuhkan saling melengkapi satu sama lain agar bisa terjalin silaturahmi yang baik. Secara filosofis tari Pajoge Makkunrai diciptakan sebagai sarana pendidikan, perkumpulan, pencarian jodoh atau pasangan, permersatu masyarkat dan sebagai hiburan masyarkat.
References
2. Alwi, A. (2015). Budaya Bugis-Makassar: Nilai, Tradisi, dan Praktiknya dalam Kehidupan Masyarakat. Makassar: Pustaka Timur.
3. Amiruddin, A. (2018). "Eksistensi Tari Tradisional dalam Era Modernisasi: Studi Kasus pada Tari Pajoge." Jurnal Seni dan Budaya Nusantara, 12(3), 45–56.
4. Antariksa, B., & Syah, F. (2018). "Metode Hermeneutika dalam Studi Seni: Studi Kasus Karya Tari." Jurnal Kajian Seni dan Budaya, 7(2), 45–60.
5. Ariyanto, H. (2020). Kontekstualisasi Seni Tradisional di Era Digital. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
6. Aziz, R., & Usman, S. (2020). "Analisis Hermeneutika dalam Karya Seni Pertunjukan: Studi pada Tari Tradisional Indonesia." Jurnal Humaniora, 18(2), 120–132.
7. Baso, A., & Ruslan, H. (2022). "Relevansi Tari Tradisional dalam Pendidikan Karakter: Studi pada Tari Bugis." Jurnal Pendidikan Karakter Indonesia, 13(4), 89–101.
8. Basri, I., & Rahman, M. (2017). "Makna Simbol dalam Tari Bugis: Kajian Filosofis dan Budaya." Jurnal Warisan Budaya, 5(4), 23–31.
9. Bungin, B. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif: Aktualisasi Paradigma Hermeneutika. Jakarta: Rajawali Press.
10. Fachrudin, M. (2019). "Kajian Filosofis Nilai-Nilai Moral dalam Tradisi Tari Sulawesi Selatan." Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya, 16(3), 67–82.
11. Gadamer, H.-G. (2013). Truth and Method (Edisi Bahasa Indonesia). Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
12. Habibie, A., & Zainuddin, M. (2023). "Transformasi Tari Bugis dalam Dinamika Sosial Masyarakat Modern." Jurnal Seni Tradisi Indonesia, 12(2), 98–110.
13. Hardiman, F. B. (2018). Hermeneutika Filosofis: Antara Fenomenologi dan Ideologi. Yogyakarta: Kanisius.
14. Kasim, S. (2020). "Tari Pajoge Makkunrai: Representasi Identitas dan Nilai Lokal." Jurnal Kebudayaan Indonesia, 15(2), 56–70.
15. Kuntowijoyo. (2018). Hermeneutika dan Seni Tradisional Indonesia. Yogyakarta: Tiara Wacana.
16. Latif, M., & Hakim, A. (2019). "Kearifan Lokal dalam Seni Tradisional Bugis-Makassar." Jurnal Ilmu Budaya, 14(1), 54–67.
17. Maulana, Y., & Syarifuddin, A. (2021). "Tari Tradisional sebagai Media Pelestarian Nilai Lokal: Studi Hermeneutika." Jurnal Budaya dan Tradisi, 9(3), 33–46.
18. Nawawi, A., & Yusuf, R. (2017). "Simbolisme dalam Tari Pajoge: Perspektif Budaya dan Sosial." Jurnal Seni Nusantara, 10(2), 12–26.
19. Nurdin, H. (2021). "Tari Tradisional Sebagai Media Pembelajaran Moralitas: Studi pada Masyarakat Bugis." Jurnal Pendidikan Seni, 9(2), 78–89.
20. Prasetyo, E. (2022). Moralitas dan Seni Pertunjukan Tradisional. Bandung: Alfabeta.
21. Rahmawati, N., & Syamsuddin, R. (2022). "Pelestarian Tari Pajoge Makkunrai di Tengah Arus Modernisasi: Perspektif Budaya dan Pendidikan." Jurnal Seni dan Pendidikan Budaya, 10(1), 34–42.Ricoeur, P. (2016). Interpretation Theory: Discourse and the Surplus of Meaning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
22. Setiawan, I., & Widyastuti, D. (2020). "Metode Hermeneutika dalam Analisis Seni Tradisional." Jurnal Humaniora Indonesia, 8(1), 45–60.
23. Soekarno, R., & Ramadhani, F. (2023). "Peran Tari Tradisional dalam Pendidikan Karakter di Sekolah." Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara, 11(3), 78–91.
24. Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
25. Sunaryo, T., & Wibowo, A. (2021). "Representasi Identitas Budaya Bugis dalam Tari Pajoge." Jurnal Seni dan Budaya Indonesia, 9(4), 65–78.
26. Syarifuddin, M. (2022). "Revitalisasi Tari Tradisional Bugis sebagai Warisan Budaya." Jurnal Kebudayaan dan Seni Tradisional, 7(1), 56–69.
27. Wahyudi, A., & Lestari, E. (2019). "Hermeneutika dan Makna dalam Seni Tari Tradisional." Jurnal Seni Pertunjukan Nusantara, 6(2), 34–48.
28. Wahyuni, S., & Arsyad, A. (2023). "Nilai-Nilai Moral dalam Tradisi Tari Daerah: Refleksi pada Tari Pajoge Makkunrai." Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia, 11(3), 15–25.
29. Yuliana, S. (2021). "Tari Tradisional dan Moralitas Lokal: Studi Etnografi pada Komunitas Bugis." Jurnal Etnografi Indonesia, 15(3), 89–101.











