PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS MASALAH DALAM PEMBELAJARAN IPA SECARA INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA SEKOLAH DASAR

  • Usep Soepudin STKIP Subang
Keywords: Literasi Sains, LKS Berbasis Masalah, Inkuiri

Abstract

Penelitian ini dilakukan atas dasar masalah yang ditemukan di lapangan terkait dengan rendahnya literasi sains siswa anak-anak Indonesia yang menduduki peringkat 35 dari 49 negara peserta. Salah satu penyebabnya adalah pembelajaran IPA yang selama ini dilakukan tidak menyentuh seluruh aspek sains yaitu konten, proses dan konteks sebagian besar masih berorientasi pada konten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan literasi sains antara siswa yang mendapatkan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Masalah dalam Pembelajaran IPA dengan siswa yang mendapatkan Lembar Kerja Siswa (LKS) Konvensional dalam pembelajaran IPA pada materi sifat-sifat cahaya. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan disain pretest posttest kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan literasi sains siswa yang mendapatkan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Masalah dalam pembelajaran IPA dengan siswa yang mendapatkan Lembar Kerja Siswa (LKS) tidak berbasis masalah dalam pembelajaran IPA. Perbedaan tersebut terlihat signifikan setelah dilakukan uji dua beda rerata N-gain dengan uji Mann-Whitney. Berdasarkan perbandingan rata-rata N-gain kedua kelas dapat disimpulkan bahwa Penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Masalah lebih meningkatkan kemampuan literasi sains dibandingkan penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) tidak berbasis masalah dalam pembelajaran IPA. Untuk penelitian selanjutnya disarankan agar membuat bahan ajar Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Masalah pada materi yang berbeda serta tingkat kelas yang berbeda agar menambah khajanah hasil penelitian

References

Ardiyanti, Y. (2011). Penggunaan LKS (Lembar Kerja Siswa) Terbuka untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep, Ketreampilan Proses Sains (KPS) dan Berfikir Kreatif Siswa SMA Pada Konsep Pencemaran Lingkungan. Tesis SPS UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.

Amir, S A. (2012). Model Lembar Kerja Siswa (LKS) Berorientasi Inkuiri untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Proses Sains Siswa Melalui Pembelajaran Hidrolisis Garam Dengan metode Praktikum. Tesis SPS UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.

Amir, A.f. (2012). “Model Lembar Kerja Siswa (LKS)Berorientasi Inkuiri untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Proses Sains Siswa MelauiPembelajaran Hidrolisis Garam dengan Metode Praktikum”. Tesis SPS UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.

Arifin. Z, (2009). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

A. S. Susanta. E, (1997). Jenis, Bentuk, dan Kaidah Penulisan Tes Prestasi Belajar. Bandung: IKIP Bandung.

Arikunto, S. (2001). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara

BSNP. (2006). Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: BSNP.

Depdiknas. (2004). Pedoman Umum Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Ditjen Dikdasmen.

Firman, H. (2007). Laporan Analisis Litersi Sains Berdasarkan Hasil PISA Nasional Tahun 2006. Jakarta: Pusat Penelitian Pendidikan Balitbang Depdiknas.

Fogarty, R. (1997). Problem –Based Learning and Other Curriculum Models for the Multiple Intelligences Classroom. Illinois: Sky LightTraining and Publishing, Inc.

Litbang. (2013). PISA (PROGRAMME FOR INTERNATIONAL STUDENT ASSESSMENT). Online. Tersedia: http://litbang.kemdikbud.go.id/home/ index.php/puspendik/survei-internasional-pisa. [7 April 2013].

Meltzer, D.E. (2002). Addendum to: The Relationship Between Mathematics Preparation and Conceptual Learning Gain in Physics: A Possible “Hidden Variable” in Diagnostics Pretest Scores. [Online]. Tersedia: http://www.physics.iastate.edu/per.docs/sddendum_on_normalized_gain. (9 oktober 2006)

Muhammad, M. (2011). Analisis Ketepatan Instruksi Kegiatan Dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) Mata Pelajaran Sains Kelas 1-6 Sekolah Dasar. Tesis SPS UPI Bandung. Tidak Diterbitkan.

NCES. (2012). Overview PISA. [Online]. Tersedia: http://nces.ed.gov/ surveys/pisa/. [19 februari 2013].

Newby, T.J., Stepich, D.A., Lehman, J.D., Russell, J.D. (2000). Instructional Technology for Teaching and Learning. Designing Instruction, Integrating Computers, and Using Media (second edition). New Jersey: Prentice-Hall, Inc.

OECD-PISA. (2003). First Results from PISA 2003 (executive summary) www.pisa.oecd.org

PISA. (2006). Assessing, Scientific, Reading And Mathematical Literacy. OECD Publishing.

Poejiadi, A. (2005). Sains Teknologi Masyarakat: Pendekatan Pembelajaran Kontektual Bermuatan Nilai. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ruseffendi, E.T.. (1998). Statistika Dasar Untuk Penelitian Pendidikan. Bandung: IKIP Bandung Press.

Rustaman, N. Firman, H., dan Kardiwarman. (2004). Ringkasan Eksekutif: Analisis PISA Bidang Literasi Sains. Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang Depdiknas.

Safitri, Y I. (2009) Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri dengan Media LKS untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Materi Pokok Larutan Penyangga Dan Hidrolisis Garam Siswa Kelas XI IPA”. Tesis tidak diterbitkan, Universitas Negeri Semarang.

Savoie, J. M. & Hughes, A. S. (1994). Problem-Based Learning as Classroom Solution. Educational Leadership, November, pp. 54-57.

Shwartz, Y. et al,. (2006). “The Use Of Scientific Literacy Taxonomy For Assessing The Development Of Chemical Literacy Among High-School Students”. Chemical Educational Research and Practice. 7. (4). 203-225.

Sudiatmika, A.A. I.R, (2010). “Pengembangan Alat Ukur Tes Literasi Sains Siswa SMP dalam Konteks Budaya Bali”. Desertasi SPs UPi: Tidak Diterbitkan.

Sujanem, R. (2006). Optimalisasi Pendekatan STM dengan Strategi Belajar Berbasis Masalah Dalam Pembelajaran Fisika Sebagai Upaya Mengubah Miskonsepsi, Meningkatkan Literasi Sains Dan Teknologi Siswa. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 2 TH. XXXIX April 2006.

Toharudin, U. (2010). Kajian Pengembangan Bahan Ajar Berorientasi Literasi Sains Untuk Pendidikan Dasar. Disertasi SPS UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.

Toharudin, U., Hendrawati, S., Rustaman, A. (2011). Membangun Literasi Sains Peserta Didik. Bandung: PT Humaniora

Tudge, J. (1994). Vygotsky, the zone of proximal development, and peer collaboration: Implication for classroom practice. Dalam Moll, L.C. (Ed): Vygotsky and Education: Instructional Implications and Applications of Sociohistorical Psychology. Cambridge: University Press.

Utami, H P. (2010) Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran INKUIRI terbimbing (GUIDED INQUIRI) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA N I Temon Kulon Progo. Tesis SPs UNY: Tidak Diterbitkan.

Uyanto, S. S. (2006). Pedoman Analisis Data Dengan SPSS. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Putra, S. R. (2013). Desain Belajar Mengajar Kreatif Berbasis Sains. Jogjakarta. Penerbit: Diva Press

Windyariani, S. (2011). Penggunaan Bahan Ajar Berbasis Multimedia Interaktif Pada Tema Perubahan Iklim Untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa SMP. Tesis SPS UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.

Wenning, C. J. (2007). Assessing Inquiry Skills As a Component Scientific Literacy. Illnois State University Physics Dept. Tersedia [online]: http://www.phy.ilstu.edu/pte/publications/assessing_scinq.pdf. [19 Maret 2013].
Published
2018-06-30
How to Cite
Soepudin, U. (2018). PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS MASALAH DALAM PEMBELAJARAN IPA SECARA INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA SEKOLAH DASAR. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 4(1), 50 - 58. https://doi.org/10.36989/didaktik.v4i1.65