PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INTERAKSI SOSIAL BAGI PENINGKATAN APRESIASI DAN EKSPRESI SENI PENTAS DI SMA KABUPATEN SUBANG

  • Dadang Supriatna STKIP Subang
Keywords: Model Pembelajaran, Siswa, dan Seni Pentas

Abstract

Pengembangan Model Pembelajaran Interaksi Sosial Bagi Peningkatan Apresiasi dan Ekspresi Seni Pentas Di SMA Kabupaten Subang.Disertasi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Pendidikan merupakan wadah untuk melestarikan nilai-nilai keilmuan. Proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik dalam pendidikan bertujuan untuk memberikan bekal kehidupan sehari-hari. Dalam proses tersebut diperlukan guru yang memberikan keteladanan, membangun kemauan, serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Pembelajaran apresiasi seni pentas di SMA saat ini belum memperoleh hasil yang maksimal. Hal ini diakibatkan oleh beberapa faktor yang menghambat keberhasilan tersebut. Berdasarkan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model pembelajaran apresiasi dan ekspresi seni pentas di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Populasi penelitian ini adalah Sekolah Menegah Atas Negeri Se- Kabupaten Subang.Sampel penelitian adalah tiga Sekolah Menengah Atas Negeri dipilih dua kelas, yaitu kelas XI dan masing-masing kelas dipilih satu kelas. Sampel penelitian ini mencakup siswa, guru mata pelajaran bahasa Indonesia,dan rekan sejawat. Untuk menjaring data peneliti menggunakan tes kognitif sebagai pengujian kompetensi siswa dan tes performance sebagai tes pengujian praktik pementasan, wawancara, dan obsevasi.Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan analisis data dan uji coba model disimpulkan bahwa model pembelajaran berinteraksi sosial bagi peningkatan apresiasi seni pentas di SMA merupakan model yang baik untuk digunakan dalam pembelajaran apresiasi seni pentas di SMA. Hal ini terbukti pada uji coba1 rata-rata 65,36, uji coba 2 rata-rata 69,87, uji coba 3 rata-rata 77,69 bahwa prestasi siswa berdasarkan uji coba tersebut rata-rata dapat meningkat dengan baik. Model pembelajaran interaksi sosial apresiasi dan ekspresi seni pentas merupakan model pembelajaran yang sangat efektif untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam kompetensi apresiasi seni pentas.Berdasarkan respon guru dan siswa mengenai model tersebut sangat menarik dan memberikan kekhasan untuk lebih akif dan kreatif.

References

Achmad, Kasim. 1990. Pendidikan Seni Teater. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Aminuddin. 2002. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Anirun, Suyatna. 1998. Menjadi Aktor. Bandung: Rekamedia Multiprakarsa.

Aryani, Hasyim, dan Prayitno. 2010. “Pembinaan dan Pementasan Teater Sekolah serta Fungsinya dalam Pembelajaran Apresiasi Drama di Kelas XI SMA Pangudiluhur Surakarta.” Jurnal.Universitas Muhamadiah Surakarta.

Asrori, Mohammad. 2009. Psikologi Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima.

Baksin, Askurifai. 2008. Aplikasi Praktis Pengajaran Sastra. Bandung: Pribumi Mekar

Damono, Sapardi Djoko. 1983. Kesusastraan Indonesia Modern. Jakarta: Gramedia

Depdikbud.1988. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Dewojati, Chayaningrum. 2010. Drama Sejarah, Teori, dan Penerapannya. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Eggen dan Kauchak. 2012. Strategi dan Model Pembelajaran. Jakarta: Indeks

Endraswara, Suwardi. 2011. Metode Pembelajaran Drama. Yogyakarta: CAPS

Hakim, Lukmanul. 2009. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima.

Hamruni. 2012. Strategi Pembelajaran. Yogyakarta: Insan Madani.

Hamzah, A. Adjib. 1985. Pengantar Bermain Drama. Bandung: Rosda.

Harymawan. 1986. Dramaturgi. Bandung: Rosdakarya.

Hasanuddin. 1996. Drama Karya dalam Dua Dimensi. Bandung: Angkasa

Hasanuddin, 2007.Ensiklopedi Sastra Indonesia. Bandung: Titian Ilmu

Hidayat, Kosadi. 1995. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia. Bandung: Binacipta

Ismet, Adang. 2007. Seni Peran. Bandung: Kelir.

Jaeni.2012. Komunikasi Estetik Menggagas Kajian Seni dari Peristiwa Komunikasi Pertunjukan. Bogor: IPB Press.

Joyce, Bruce and Weil. 2011. Models of Teaching. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Kosasih.2008. Apresiasi Sastra Indonesia. Jakarta: Nobel

Lesmana, Otong. 2007. Pengetahuan Dasar Seni Teater. Bandung: Mapan

Luxemburg. 1987. Tentang Sastra. Muiderberg: Intermasa.

Nugroho. 2009. “Peningkatan Kemampuan Memerankan Tokoh Drama dengan Menggunakan Teknik Bermain Drama Rendra. Pada Siswa Kelas XI IPA 1 di SMA Negeri Kerejo”.Tesis.

Nurgiyantoro, Burhan. 2007. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nurgiyantoro, Burhan. 2011. Penilaian Pembelajaran Bahasa. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta

Pradopo, Djoko. 2003. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Pribadi, A. Benny. 2011. Model Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Dian Rakyat.

Putra, Angkasa Bintang. 2012. Drama Teori dan Pementasan. Yogyakarta: Citra Aji Parama.

Rendra. 1979. Tentang Bermain Drama. Jakarta: Pustaka Jaya.

Restianti.2009. Peningkatan Mutu Pendidik dalam Mengajarkan Drama. Bandung: Citra Praya.

Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Rusyana, Yus. 1982. Metode Pengajaran Sastra. Bandung: Gunung Larang

Rusyana, Yus. 1984. Bahasa dan Sastra dalam Gamitan Pendidikan. Bandung: Bulan Bahasa.

Saini, K.M dan Sumarjo Jakob. 1988. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: Gamedia

Saptaria, El. Rikrik. 2006. Akting. Bandung: Rekayasa Sains.

Sardjono, Partini. 2005. Pengkajian Sastra. Jakarta: PT. Garamedia Pustaka Utama.

Siswanto, Wahyudi. 2008. Pengantar Teori Sastra. Jakarta: PT. Garasindo.

Slavin, E. Robert. 2010. Cooperative Learning Teori Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media.

Sufanti, Main. 2010. Strategi Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Surakarta: Yuma Pustaka.

Sugihastuti. 2011. Teori Apresiasi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suprijono, Agus. 2011. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suroso. 1999. Ikhtisar Seni Sastra. Surakarta: Tiga Serangkai

Suwarto. 2008. “Pembelajaran Apresiasi Drama di Madrasah Aliyah Negeri 1 Seragen.” Tesis.Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Stanton, Robert. 2007. Teori Fiksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Syamsuddin AR. 1985. Sanggar Bahasa Indonesia. Jakarta: UT Jakarta

Syamsuddin AR. 1992. Studi Wacana Teori, Analisis, Pengajaran. Bandung: Geger Sunten

Tarigan. 1995. Dasar-Dasar Psikosastra. Bandung: Angkasa

Tarigan. 2011. Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.

Teeuw. 1983. Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta: PT Gramedia

Uno, B. Hamzah. 2011. Model Pembelajaran Menciptakan proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Akasara.

Wellek dan Warren. 1989. Teori Kesusastraan. Jakarta: PT. Gramedia.
Published
2018-06-30
How to Cite
Supriatna, D. (2018). PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INTERAKSI SOSIAL BAGI PENINGKATAN APRESIASI DAN EKSPRESI SENI PENTAS DI SMA KABUPATEN SUBANG. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 4(1), 95 - 111. https://doi.org/10.36989/didaktik.v4i1.67