ANALISIS PENERAPAN PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DALAM KURIKULUM MERDEKA DI RA AS SHAFFAH KOTA BENGKULU
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan Proyek Penguatan ProfilPelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka di RA As Shaffah Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini meliputi satu orang kepala sekolah dan tiga guru kelas. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan proyek dilakukan secara kolaboratif melalui penyusunan modul ajar dan kalender akademik dengan tema-tema kontekstual yang disesuaikan dengan perkembangan anak. Pelaksanaan proyek dilakukan secara aktif dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan anak secara langsung dan menyenangkan. Evaluasidilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan refleksi sederhana, dengan fokus pada proses keterlibatan anak, bukan hanya hasil. Proyek P5 terbukti mampu membentuk karakter anak sejak usia dini, seperti kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian.
References
Dewantara, K. H. (1977). Pendidikan: Bagian pertama. Yogyakarta: Majelis Luhur Tamansiswa.
Fadlillah, M., Oktavianingsih, E., & Lisdayana, N. (2023). Konsep kurikulum merdeka PAUD berwawasan agraris. Bandung: PT Refika Aditama.
Hasanah, N., Widodo, A., & Nugroho, W. (2021). Inovasi kurikulum untuk pendidikan abad 21. Yogyakarta: Deepublish.
Indrayana, A., et al. (2022). Prinsip dan implementasi kurikulum merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan profil pelajar Pancasila dan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Jakarta: Kemendikbudristek.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. New York: Bantam Books.
Moleong, L. J. (2011). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, H. E. (2023). Implementasi kurikulum merdeka. Jakarta Timur: Sinar Grafika Offset.
Purwanti, W. (2025). Wawancara langsung. Guru Kelas B2 RA As Shaffah Kota Bengkulu, 2 Mei 2025.
Slavina, E., dkk. (2024). Penerapan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) di PAUD Huariyah. Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika, 2(1). https://doi.org/10.51903/bersatu.v2i1.556
Verona, R., Ariyanti, S. N., Gidion, G., Bahari, Y., & Warneri, W. (2023). Penerapan teori difusi inovasi pada perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia. EDUKATIF: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(6), 2569–2581. https://doi.org/10.31004/edukatif.v5i6.5870
Sisilia, M., dkk. (2023). Pembelajaran untuk fase fondasi. Jakarta Selatan: Pusat Perbukuan.
Susilowati, E. (2022). Implementasi kurikulum merdeka belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Al-Miskawaih: Journal of Science Education, 1(1), 115–132. https://doi.org
Setiawan, B. (2020). The anxiety of educational reform and innovation: Bridging of top-down and bottom-up strategies within practice educational reform of curriculum in Indonesia. Studies in Philosophy of Science and Education, 1(2), 87–96. https://doi.org/10.46627/sipose.v1i2.30
Yeni, M. (2025). Wawancara langsung. Kepala Sekolah RA As Shaffah Kota Bengkulu, 19 April 2025.











