UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPAS DENGAN METODE GROUP INVESTIGATION PADA SISWA KELAS IV MI IMAM PURO BRENGGONG
Abstract
This study aims to: 1) Determine the application of the GI method in science. 2)
Determine the increase in student engagement in science. 3) Determine the
improvement in student learning outcomes in science. This study used a classroom
action research (CAR) approach, implemented in two cycles, each consisting of
planning, implementation, observation, and reflection, using the Group Investigation
method. The study subjects were 20 students, consisting of 10 boys and 10 girls. Data
collection techniques included observation, interviews, tests, and documentation. Data
analysis was conducted qualitatively and quantitatively. The results showed that: 1) The
implementation of the GI method was carried out through six stages: grouping,
planning, investigation, organizing, presenting, and evaluation. 2) The increase in
student engagement was evident from observations: 36% in the pre-cycle, increasing to
58% in the first meeting of cycle I and 65% in the second meeting of cycle I, reaching
78% in the first meeting of cycle II and 93% in the second meeting of cycle II. The
category of student activity developed from “less active” to “quite active”, to “very
active”. 3) Student learning outcomes also experienced a significant increase. With an
average score of 69 in the pre-cycle, 74 in cycle I, and 88 in cycle II. The percentage of
classical completion in cycle II reached 95%, exceeding the learning objective
achievement criteria (KKTP). Thus, the application of the Group Investigation method
has proven effective in increasing student activity and learning outcomes in the subject
of science.
References
gabungkan aspek sains dan sosial.
Dengan demikian, GI relevan dit-
erapkan dalam pembelajaran IPAS yang
menuntut keterampilan berpikir
kritis, analitis, sekaligus kerja sama
sosial.
Faktor lain yang turut berkontribusi
adalah perubahan peran guru dari pusat
pembelajaran menjadi fasilitator. Guru
hanya memberikan arahan umum,
sedangkan proses pencarian informasi
dilakukan oleh siswa secara mandiri
maupun berkelompok. Perubahan pola
pembelajaran ini sesuai dengan prinsip
pembelajaran abad 21 yang
menekankan student-centered learning.
Namun, penelitian ini juga menemukan
beberapa kendala. Pada awal
penerapan GI, beberapa siswa masih
pasif dan cenderung mengandalkan
teman yang lebih aktif. Hal ini sejalan
dengan kelemahan GI yang disebutkan
oleh Hakim & Rofiq (2023), bahwa
siswa berprestasi rendah cenderung
kurang berkontribusi. Kendala tersebut
dapat diminimalisasi dengan strategi
pembagian peran dalam kelompok serta
pengawasan guru yang intensif.
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini
menegaskan bahwa metode GI efektif
dalam meningkatkan keaktifan dan hasil
belajar IPAS. Selain meningkatkan
pencapaian akademik, GI juga
menumbuhkan keterampilan kolaboratif,
komunikasi, dan tanggung jawab sosial
siswa. Dengan demikian, GI dapat
direkomendasikan sebagai salah satu
alternatif metode pembelajaran inovatif
untuk sekolah dasar, khususnya dalam
Kurikulum Merdeka yang menekankan
pada pembelajaran aktif, kolaboratif,
dan kontekstual.
E. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian
tindakan kelas yang dilakukan di kelas
IV MI Imam Puro Brenggong tahun
ajaran 2024/2025, dapat disimpulkan
beberapa hal sebagai berikut:
1. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa penerapan metode Group
Investigation (GI) dapat
meningkatkan keaktifan dan hasil
belajar siswa pada mata
pelajaran IPAS di kelas IV MI
Imam Puro Brenggong. Keaktifan
siswa meningkat secara
signifikan dari pra-siklus sebesar
36% menjadi 66% pada siklus I,
dan mencapai 89% pada siklus II.
Hasil belajar juga mengalami
peningkatan dari rata-rata nilai 67
pada pra-siklus, menjadi 74 pada
siklus I, dan meningkat lagi
menjadi 83 pada siklus II.
Peningkatan ini membuktikan











