IMPLEMENTASI ETIKA DAN PENDIDIKAN MEMBANGUN KARAKTER DI ERA DIGITAL
Abstract
Transformasi digital memperluas peluang pembelajaran, tetapi juga meningkatkan risiko etik seperti cyberbullying, pelanggaran privasi, disinformasi, ujaran kebencian, serta menurunnya integritas akademik. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi etika digital dan pendidikan karakter di era digital melalui studi kasus berbasis kajian literatur. Data dikumpulkan dari dokumen resmi dan artefak institusi pendidikan, meliputi kebijakan atau SOP etika bermedia, tata tertib penggunaan gawai, modul ajar, panduan tugas asesmen, dokumentasi program pembiasaan/kampanye, dan publikasi. Selain itu, penelitian memanfaatkan literatur ilmiah terakreditasi dan artikel internasional sebagai pembanding untuk membangun kerangka analisis. Analisis dilakukan menggunakan content analysis dan analisis tematik melalui seleksi dokumen, ekstraksi indikator (kebijakan pembelajaran budaya), pengodean, kategorisasi tema, dan sintesis temuan. Hasil menunjukkan bahwa implementasi yang efektif cenderung membentuk sistem berlapis: (1) policy & governance (kode etik digital, SOP pelaporan, perlindungan privasi, integritas akademik), (2) pedagogy & assessment (pembelajaran berbasis kasus, literasi informasi, asesmen autentik dan rubrik perilaku etis), serta (3) culture & partnership (pembiasaan, keteladanan, mentor sebaya, dan kemitraan orang tua). Hambatan utama meliputi ketimpangan literasi digital pendidik–orang tua, dominasi pendekatan teknis yang belum menekankan dimensi kritis-etis, serta keterbatasan indikator evaluasi perilaku. Studi ini merekomendasikan pendekatan whole-school/whole-education yang mengintegrasikan kebijakan, pedagogi, budaya, dan kemitraan, serta penguatan kapasitas pendidik dan asesmen formatif berbasis indikator perilaku etis digital
References
Cornu, C., Abduvahobov, P., Laoufi, R., Liu, Y., & Séguy, S. (2023). An introduction to a whole-education approach to school bullying: Recommendations from UNESCO scientific committee on school violence and bullying including cyberbullying. International Journal of Bullying Prevention, 5, 317–318. https://doi.org/10.1007/s42380-021-00093-8
Gaffney, H., Farrington, D. P., Espelage, D. L., & Ttofi, M. M. (2019). Are cyberbullying intervention and prevention programs effective? A systematic and meta-analytical review. Aggression and Violent Behavior, 45, 134–153. https://doi.org/10.1016/j.avb.2018.07.002
Holden, O. L., Norris, M. E., & Kuhlmeier, V. A. (2021). Academic integrity in online assessment: A research review. Frontiers in Education, 6, 639814. https://doi.org/10.3389/feduc.2021.639814
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2021 tentang Integritas Akademik dalam Menghasilkan Karya Ilmiah. https://peraturan.go.id/id/permendikbudristek-no-39-tahun-2021
Olcott, D., Jr., Carrera Farran, X., Gallardo Echenique, E. E., & González Martínez, J. (2015). Ethics and education in the digital age: Global perspectives and strategies for local transformation in Catalonia. RUSC. Universities and Knowledge Society Journal, 12(2), 59–72. https://doi.org/10.7238/rusc.v12i2.2455
Polanin, J. R., Espelage, D. L., Grotpeter, J. K., Ingram, K. M., Michaelson, L., Spinney, E., Valido, A., El Sheikh, A., Torgal, C., & Robinson, L. E. (2022). A systematic review and meta-analysis of interventions to decrease cyberbullying perpetration and victimization. Prevention Science, 23, 439–454. https://doi.org/10.1007/s11121-021-01259-y
Republik Indonesia. (2017). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/73167/perpres-no-87-tahun-2017
Richardson, J., & Milovidov, E. (2019). Digital citizenship education handbook. Council of Europe.
Saleh, M. N. I., Hanum, F., & Rukiyati. (2025). Stakeholders’ perspectives on whole-school approaches to prevent and address bullying and cyberbullying in Indonesian high schools. Social Sciences & Humanities Open, 12, 102336. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2025.102336
Shi, G., Chan, K. K., & Lin, X.-F. (2023). A systematic review of digital citizenship empirical studies for practitioners. Education and Information Technologies, 28, 3953–3975. https://doi.org/10.1007/s10639-022-11383-z
Stefany, S., & Helmi, J. (2024). Digital literacy and online course design: Study of Indonesian educators. Cakrawala Pendidikan, 43(3), 723–736. https://doi.org/10.21831/cp.v43i3.71403
Tadlaoui-Brahmi, A., Çuko, K., & Alvarez, L. (2022). Digital citizenship in primary education: A systematic literature review describing how it is implemented. Social Sciences & Humanities Open, 6(1), 100348. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2022.100348
Triastuti, R. (2019). Teachers and technology: The perspective of digital citizenship. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 16(1), 22–28. https://doi.org/10.21831/jc.v16i1.21521
Triyanto. (2020). Peluang dan tantangan pendidikan karakter di era digital. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 17(2), 175–184. https://doi.org/10.21831/jc.v17i2.35476
UNESCO. (2024). Global citizenship education in a digital age: Teacher guidelines. UNESCO. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000388812
Vlaanderen, A., Bevelander, K. E., & Kleemans, M. (2020). Empowering digital citizenship: An anti-cyberbullying intervention to increase children’s intentions to intervene on behalf of the victim. Computers in Human Behavior, 112, 106459. https://doi.org/10.1016/j.chb.2020.106459
Wulandari, A., & AW, S. (2023). How do schools in Indonesia fight against cyberbullying? Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 20(2), 333–340. https://doi.org/10.21831/jc.v20i2.57716











