HUBUNGAN KEARIFAN LOKAL DAN KURIKULUM BERBASIS CINTA DENGAN PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Abstract
This study aims to deeply analyze the synergy between local wisdom and the implementation of a love-based curriculum in strengthening religious moderation in Islamic Religious Education (PAI) environments. Amid increasing ideological polarization and religious exclusivism, a more humanistic and contextual pedagogical approach is needed. However, previous research tends to examine local wisdom, educational curriculum, and religious moderation separately, thus failing to produce an integrative model capable of connecting the cultural and affective dimensions in PAI learning. This study uses a descriptive qualitative method with a library research approach. The results show that: (1) local wisdom functions as a sociocultural bridge that grounded universal Islamic values (wasathiyah) in the local context; (2) a love-based curriculum transforms the learning process from merely knowledge transfer to an emancipatory process that prioritizes empathy and compassion; (3) the integration of the two creates an inclusive educational ecosystem, where religious moderation is not only cognitive material but also internalized in behavior. This study recommends a reorientation of the Islamic Religious Education (PAI) curriculum that integrates local wisdom values and a pedagogy of compassion as a preventive strategy against radicalism.
References
Abdurahman, D. (2021). Islam yang ramah dan toleran dalam perspektif pendidikan. Gava Media.
Akhmadi, A. (2019). Moderasi beragama dalam keragaman Indonesia. Jurnal Diklat Keagamaan, 13(2), 45–55.
Arif, M. (2020). Kearifan lokal dalam membangun harmoni sosial masyarakat multikultural. Jurnal Pendidikan Sosial, 7(1), 85–96.
Azra, A. (2018). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenial. Kencana.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). Sage Publications.
Faizin, M. (2022). Peran kearifan lokal dalam membentuk karakter toleransi peserta didik. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 123–135.
Gusmaidawati, N. E., Saputri, S. M., Zainuri, A., & Zahra, F. F. (2025). Administrasi dan Supervisi Pendidikan Islam Integrasi Blended Learning Kurikulum Berbasis Cinta pada Madrasah Ibtidaiyah. Tarbiyatul Ilmu: Jurnal Kajian Pendidikan, 3(2), 204–208.
Hanafi, Y. (2017). Internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pendidikan. --.
Junaedi, M. (2019). Moderasi beragama sebagai solusi dalam keberagaman. --.
Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi Beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Manshur, A. (2020). Pendidikan berbasis kasih sayang sebagai pendekatan humanistik dalam pembelajaran PAI. Jurnal Tarbiyah, 27(2), 201–215.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Mun’im, A. (2022). Integrasi kearifan lokal dalam pendidikan Islam untuk memperkuat moderasi beragama. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 12(1), 67–80.
Naim, N. (2020). Islam dan pluralisme: Dinamika toleransi dalam masyarakat multikultural. Aura Pustaka.
Ni’am, S. (2019). Nasionalisme dan religiusitas dalam pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 4(2), 150–162.
Qomar, M. (2021). Filsafat pendidikan Islam: Pendekatan teoritis dan praktis. Erlangga.
Ramdhani, M. A. (2022). Penguatan moderasi beragama melalui pendidikan tinggi. Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 45–60.
Rohman, F. (2018). Kearifan lokal sebagai basis pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1), 15–28.
Shihab, M. Q. (2019). Wasathiyah: Wawasan Islam tentang moderasi beragama. Lentera Hati.
Suyadi. (2020). Pendidikan Islam dan neuroscience. Deepublish.
Yusuf, M. (2023). Implementasi kurikulum berbasis cinta dalam mereduksi radikalisme di sekolah. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 11(1), 77–92.
Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.











