ISLAM DAN MUAMALAH

  • A. Rahma Febriana Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Hasriah Hasriah Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Intan Junaeda Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Nirmayani Tiala Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Nurasmin Nurasmin Universitas Muhammadiyah Makassar
Keywords: Muamalah 1, Islamic Law 2, Islamic Economics 3

Abstract

ABSTRACT

This paper aims to provide a comprehensive understanding of the concept of Muamalah within the perspective of Islamic law. Etymologically, Muamalah means interaction, while terminologically it refers to all rules and activities in socio-economic life regulated by Islamic law to achieve mutual benefit. The study explains the broad scope of Muamalah, covering economic activities such as buying and selling (bai’), leasing (ijarah), and partnerships (syirkah), as well as social deeds like zakat and waqf. Fundamental principles include permissibility (ibahah), justice, mutual consent (taradhi), honesty, and transparency. The paper emphasizes the strict prohibition of practices like riba (usury), gharar (uncertainty), and maisir (gambling), as regulated by the Qur'an and Hadith. The application of Muamalah is intended to create economic justice, protect rights, and bring blessings in wealth

Keywords: Muamalah 1, Islamic Law 2, Islamic Economics 3

ABSTRAK

Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep Muamalah dalam perspektif hukum Islam. Secara etimologis, Muamalah berarti saling berinteraksi, sedangkan secara terminologis mengacu pada segala aturan dan aktivitas kehidupan sosial-ekonomi yang diatur oleh hukum Islam demi mencapai kemaslahatan bersama. Kajian ini menjelaskan ruang lingkup Muamalah yang luas, meliputi aktivitas ekonomi seperti jual beli (bai’), sewa-menyewa (ijarah), dan kerja sama (syirkah), serta perbuatan sosial seperti zakat dan wakaf. Prinsip-prinsip dasarnya mencakup kebolehan (ibahah), keadilan, kerelaan (taradhi), kejujuran, dan transparansi. Artikel ini menekankan larangan ketat terhadap praktik seperti riba, gharar (ketidakjelasan), dan maisir (judi), yang diatur secara tegas dalam Al-Qur'an dan Hadis. Penerapan Muamalah bertujuan menciptakan keadilan ekonomi, melindungi hak-hak, dan mendatangkan keberkahan dalam harta.

Kata Kunci: Muamalah 1, Hukum Islam 2, Ekonomi Syariah 3

References

Abdul Rahman Ghazaly dkk. (2010). Fiqh Muamalat. Jakarta: Kencana
Ahmad Wardi Muslich. (2013). Fiqh Muamalat. Jakarta: Amzah.
Departemen Agama RI. (2014). Al-Qur‟an dan Terjemahnya. Jakarta: Penerbit Sahifa.
Hasan, Z. (2022). Teori Maslahah dalam Ekonomi Islam: Fikih Muamalah. Al-Itmamiy Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 4(2), 65-81.
Hendi Suhendi. (2005). Fiqh Muamalah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Mubarroq, A. C. & Latifah, L. (2021). Analisis Konsep Muamalah Berdasarkan Kaidah Fiqh Muamalah Kontemporer. Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 4(1), 22-33
Nur Afifah. (2019). Muamalah Dalam Islam. Semarang: Aneka Ilmu.
Rachmat Syafe‟i. (2001). Fiqih Muamalah. Bandung: CV. Pustaka Setia
Rianda, R., Anggraini, B., & Fitri, S. D. (2023). Prinsip Muamalah dalam Ekonomi Syariah. Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam, 1(4), 55-68.
Siregar, I., Meliala, U. K., & Hasibuan, H. (2024). Prinsip-Prinsip Dasar Muamalah dalam Islam. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(4), 113-124
Published
2025-12-21
How to Cite
Febriana, A. R., Hasriah, H., Junaeda, I., Tiala, N., & Nurasmin, N. (2025). ISLAM DAN MUAMALAH . Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(04), 326 - 329. https://doi.org/10.36989/didaktik.v11i04.9656