TRANSFORMASI PERADILAN AGAMA DALAM MERESPONS ISU PERKAWINAN BEDA AGAMA PASCA SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 2 TAHUN 2023
Abstract
Interfaith marriages in Indonesia have long been a complex legal issue, given that existing regulations neither explicitly prohibit nor permit them. This legal vacuum has prompted some parties to seek loopholes through court rulings, whether through Religious Courts or District Courts. The issuance of Supreme Court Circular Letter (SEMA) No. 2 of 2023 marks the highest institutional response within the Indonesian judicial system to this issue. This study aims to analyze three aspects: the legal standing of SEMA No. 2 of 2023 within Indonesia’s religious court system; its legal implications for the jurisdiction of Religious Courts in interfaith marriage cases; and the perspective of legal certainty regarding the transformation of the religious court system following the issuance of this SEMA. This study employs a normative legal research method using a statutory approach and a conceptual approach. The results of the study indicate that SEMA No. 2 of 2023 strengthens the position of the Religious Court as a bastion of Islamic legal values, reaffirms the prohibition on the registration of interfaith marriages, and marks a significant institutional transformation, although it still leaves gaps in legal certainty regarding the hierarchy of legislation.
References
Buku
Bisri, Cik Hasan. (2003). Peradilan Agama di Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Marzuki, Peter Mahmud. (2017). Penelitian Hukum (Edisi Revisi). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Mukhlas, Oyo Sunaryo. (2011). Perkembangan Peradilan Islam dari Kahin Jazirah Arab ke Peradilan Agama di Indonesia. Bogor: Ghalia Indonesia.
Rasyid, Roihan A. (2015). Hukum Acara Peradilan Agama (Edisi Revisi). Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Rofiq, Ahmad. (2015). Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Salim HS & Nurbayani, Erlies Septiana. (2013). Penerapan Teori Hukum Pada Penelitian Tesis dan Disertasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Soekanto, Soerjono & Mamudji, Sri. (2015). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Artikel Jurnal
Ali, Amum Mahbub. (2023). Perkawinan Beda Agama dalam Perspektif Kepastian Hukum Pasca Terbitnya Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023. Ta'dibiya, 3(2), 44–58. https://doi.org/10.61624/japi.v3i2.57
Antari, Putu Eva Ditayani & Adnyana, I Kadek Budiadinata Satriatama. (2024). Legalitas Pencatatan Perkawinan Beda Agama Pasca Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023. Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum, 13(1), 13–28. https://doi.org/10.34304/jf.v13i1.229
Assegaf, Muhammad, Rato, Dominikus & Ali, Moh. (2024). Keabsahan Perkawinan Beda Agama Pasca Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023. Acten Journal Law Review, 1(2), 157–170. https://doi.org/10.71087/ajlr.v1i2.6
Dona, Puput Rama, Burhanuddin, Marlina, Siti RH, Mustiah & Yandy, Eza Tri. (2024). Perkawinan Beda Agama Perspektif Hukum Islam dan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023. Muqaranah, 8(2), 124–136. https://doi.org/10.19109/hn84qh63
Faot, Retna Yelmidiany, Hedewata, Agustinus & Nubatonis, Orpa J. (2024). Aspek Keperdataan Perkawinan Beda Agama yang Tidak Tercatat di Pencatatan Sipil Pasca Terbitnya Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023. Petitum Law Journal, 2(1), 257–267. https://doi.org/10.35508/pelana.v2i1.18246
Faroha, Diar. (2022). Praktek Perkawinan Beda Agama Dihubungkan dengan Undang-Undang Perkawinan dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 68 Tahun 2014. Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum, 1(1), 47–50. https://doi.org/10.55904/cessie.v1i1.180
Harahap, Sarah Azzura, Prihatinah, Tri Lisiani & Faradz, Haedah. (2024). Penetapan Pencatatan Perkawinan Beda Agama Pasca Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023 Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara (Nomor: 423/Pdt.P/2023/Pn.Jkt.Utr). Soedirman Law Review, 6(2), 133–143. https://doi.org/10.20884/1.slr.2024.6.2.16070
Islam, Andi Badrul, Rauzi, Fathur & Megayati, Dhina. (2024). Implikasi Yuridis Perkawinan Beda Agama Pasca Surat Edaran Mahkamah Agung No. 2 Tahun 2023. Unizar Recht Journal (URJ), 3(4), 568–576. https://doi.org/10.36679/urj.v3i4.222
Jauhari, Jauhari, Busroh, Firman Freaddy & Khairo, Fatria. (2021). Akibat Hukum Perkawinan Beda Agama Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010. Disiplin: Majalah Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda, 27(3), 226–235. https://doi.org/10.46839/disiplin.v27i3.57
Kharisma, Bintang Ulya. (2023). Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 2 Tahun 2023, Akhir dari Polemik Perkawinan Beda Agama? Journal of Scientech Research and Development, 5(1), 477–482. https://doi.org/10.56670/jsrd.v5i1.164
Khairina, Safira Nafa & Hidayati, Tri Wahyu. (2023). Perkawinan Beda Agama Pasca Keluarnya Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 2 Tahun 2023 Ditinjau dari Perspektif Maqashid Syariah. Isti'dal: Jurnal Studi Hukum Islam, 10(2), 189–204. https://doi.org/10.34001/ijshi.v10i2.5308
Naim, Amal Zainun. (2024). Penetapan Mahkamah Agung atas Permohonan Perkawinan Beda Agama Perspektif Teori Hukum Progresif. Al-Faruq: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Islam, 3(2), 81–98. https://doi.org/10.58518/al-faruq.v3i2.2801
Pitaloka, Diah Marla, Djaja, Benny & Sudirman, Maman. (2024). Larangan Perkawinan Beda Agama Menurut Mahkamah Agung dalam SEMA Nomor 2 Tahun 2023. Jurnal Yustitia, 18(1), 57–63. https://doi.org/10.62279/yustitia.v18i1.1195
Rizki, Mohammad Fa'iq Amir, Rato, Dominikus & Puspaningrum, Galuh. (2023). Kepastian Perkawinan Beda Agama di Indonesia Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 24/PUU-XX/2022. Sakina: Journal of Family Studies, 7(3), 420–435. https://doi.org/10.18860/jfs.v7i3.4145
Syofyan, Yunita. (2023). Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 68/PUU-XII/2014 tentang Perkawinan Beda Agama dalam Perspektif Hak Asasi Manusia. UNES Law Review, 6(1), 44–52. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i1.837
Peraturan Perundang-Undangan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 1).
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1989 Nomor 49).
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 186).
Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 157).
Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.
Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023 tentang Petunjuk Bagi Hakim dalam Mengadili Perkara Permohonan Pencatatan Perkawinan Antar Umat yang Berbeda Agama dan Kepercayaan.











