IMPLEMENTASI TERAPI SASTRA TRILOGI SIPAKATAU, SIPAKALEBBI, SIPAKAINGE UNTUK PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER ANTIPERUNDUNGAN DI SEKOLAH DASAR KABUPATEN BARRU

IMPLEMENTASI TERAPI SASTRA TRILOGI SIPAKATAU, SIPAKALEBBI, SIPAKAINGE UNTUK PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER ANTIPERUNDUNGAN DI SEKOLAH DASAR KABUPATEN BARRU

  • Muhammad Saeful Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Muhammad Dahlan Universitas Muhammadiyah Makassar
Keywords: Terapi Sastra, Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge, Karakter Antiperundungan.

Abstract

Perundungan (bullying) di tingkat sekolah dasar menjadi ancaman serius bagi perkembangan psikologis, akademik, dan sosial anak. Penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam efektivitas implementasi terapi sastra (biblioterapi) yang diintegrasikan dengan kearifan lokal masyarakat Bugis, yaitu Trilogi Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge, dalam memperkuat karakter antiperundungan siswa sekolah dasar di Kabupaten Barru. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian siswa kelas V salah satu Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Barru yang memiliki tingkat kerentanan konflik interpersonal tinggi. Teknik pengumpulan data komprehensif melibatkan observasi, wawancara, angket skala perilaku perundungan, serta analisis portofolio refleksi sastra siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam ranah emosional dan perilaku sosial siswa. Terjadi penurunan drastis insiden perundungan verbal sebesar 74% dan perundungan relasional sebesar 68% pada akhir siklus II. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa terapi sastra berbasis trilogi kearifan lokal sangat efektif sebagai pendekatan restoratif-humanis untuk menekan angka perundungan anak di tingkat sekolah dasar.

References

Gibbs, J. C. (2025). Moral Development and Reality: Beyond the Theories of Kohlberg and Piaget (5th ed.). New York: Oxford University Press.

Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The Action Research Planner. Victoria: Deakin University Press.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal untuk Sekolah Dasar. Jakarta: Kemendikbud RI.

Kohlberg, L. (1981). Essays on Moral Development, Vol. I: The Philosophy of Moral Development. San Francisco: Harper & Row.

Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.

Marta, R., & Sukma, A. (2024). Biblioterapi Interaktif dalam Konseling Anak dan Remaja: Teori dan Aplikasi Praktis. Jakarta: Rajawali Pers.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Thousand Oaks: SAGE Publications.

Pelras, C. (2006). Manusia Bugis (Abdul Rahman Abu, Penerjemah). Jakarta: Nalar bekerjasama dengan Forum Jakarta-Paris.

Piaget, J. (1972). The Psychology of the Child. New York: Basic Books.

Rahim, A. R., & Barruan, M. H. (2024). Antropologi Budaya Bugis: Revitalisasi Nilai Tradisi dalam Pencegahan Bullying Kultural. Makassar: Universitas Fajar Press.

Salmivalli, C. (2022). The Participant Role Approach to School Bullying: From Theory to Kiva Anti-Bullying Program. Helsinki: University of Helsinki Press.

Santrock, J. W. (2023). Life-Span Development (19th ed.). New York: McGraw-Hill Education.

Zubaedi, H. (2023). Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasi dalam Lembaga Pendidikan Era Society 5.0. Kencana: Jakarta.

Published
2026-07-06
How to Cite
Muhammad Saeful, & Muhammad Dahlan. (2026). IMPLEMENTASI TERAPI SASTRA TRILOGI SIPAKATAU, SIPAKALEBBI, SIPAKAINGE UNTUK PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER ANTIPERUNDUNGAN DI SEKOLAH DASAR KABUPATEN BARRU: IMPLEMENTASI TERAPI SASTRA TRILOGI SIPAKATAU, SIPAKALEBBI, SIPAKAINGE UNTUK PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER ANTIPERUNDUNGAN DI SEKOLAH DASAR KABUPATEN BARRU. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(02), 205 - 217. https://doi.org/10.36989/didaktik.v12i02.16010