FAKTOR PENYEBAB PERILAKU AGRESIF SISWA MTsN 6 LIMA PULUH KOTA

  • Musfita Maisi UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi
  • Dodi Pasilaputra UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi
  • Alfi Rahmi UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi
  • Hidayani Syam UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi
Keywords: aggressive behavior, causal factors, Islamic junior high school students, family environment.

Abstract

Aggressive behavior among adolescents is one of the most common issues encountered in schools and has the potential to hinder students' social, emotional, and academic development. This phenomenon is still found among students at MTsN 6 Lima Puluh Kota, where aggressive behavior appears in both verbal and physical forms. This study aimed to describe the factors causing aggressive behavior among students at MTsN 6 Lima Puluh Kota. The research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Informants were selected using purposive sampling and consisted of students, guidance and counseling teachers, homeroom teachers, and the Vice Principal for Student Affairs. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. Data credibility was ensured through source triangulation, technique triangulation, and time triangulation. The findings revealed that students' aggressive behavior was influenced by two main categories of factors, namely internal and external factors. Internal factors consisted of beliefs, genetic or family parenting patterns, emotions, and personality. Among these, beliefs and emotional instability were identified as the most dominant factors contributing to aggressive behavior. External factors included imitation, family environment, and community environment, with the family environment emerging as the strongest external influence. Inharmonious family communication, limited parental attention, and negative social interactions were found to contribute significantly to the development of aggressive behavior. The study concludes that aggressive behavior is the result of interactions between internal and external factors. Therefore, collaboration among schools, families, and communities is essential to create a supportive environment that can prevent and reduce aggressive behavior among students.

References

Buku
Agustinova, D. E. (2015). Memahami metode penelitian kualitatif: Teori & praktik. Yogyakarta: Calpulis.
Alwisol. (2006). Psikologi kepribadian (Edisi Revisi). Malang: UMM Press.
Djaali, H. (2014). Pengukuran dalam bidang pendidikan. Jakarta: PT Grasindo.
Dimyati, J. (2013). Metode penelitian pendidikan dan aplikasinya pada pendidik anak usia dini. Jakarta: PT Fajar Interpratama Mandiri.
Erni Rohanah. (2019). Publikasi ilmiah pengembangan profesi guru. Bali: CV Media Education.
Fattah Hanurawan. (2010). Psikologi sosial. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Hidayah, R. (t.t.). Psikologi pengasuhan.
King, L. A. (2014). Psikologi umum: Sebuah pandangan apresiatif. Jakarta: Salemba Humanika.
Poerdarminta. (2019). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Schaefer, C. (2018). Remaja dan tantangan di masa depan. Bandung: Rosda Karya.
Sudaryana, B. (2018). Metode penelitian: Teori dan praktik kuantitatif & kualitatif. Yogyakarta: Deepublish.
Sugiyono. (2008). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Artikel Jurnal
Afrida, Y., dkk. (2023). Dinamika resiliensi pada siswa broken home di SMAN 1 IV Koto. Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan, 3(1).
Alfi Rahmi, dkk. (2024). Peran Guru BK dalam Mengembangkan Pemahaman Diri yang Positif pada Diri Siswa SMK N 1 Guguk. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan, 3(1).
Badrun Susantyo. (2016). Faktor-faktor determinan penyebab perilaku agresif remaja di permukiman kumuh di Kota Bandung. Jurnal Sosio Konsepsio, 6(1).
Bakhtiar Agung, D. (2012). Kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual dan agresivitas pada remaja. Jurnal Psikologi Indonesia, 1(2).
Cornell, D. G., Peterson, C. S., & Richards, H. (1999). Anger as a predictor of aggression among incarcerated adolescent. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 62.
Debita Fajarika, & Herdayani, F. (2020). Hubungan kematangan emosi dan kontrol diri dengan kecenderungan perilaku agresif pada siswa kelas XII SMAN 1 Marawang Bangka Belitung. Jurnal Psikologi Universitas Persada Indonesia YAI.
Dewi, C., Palmita, N. C., Faturrohmah, A., & Maryati, S. (2021). Efektivitas e-cite dalam meningkatkan konseling individual via Telegram. Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo, 3(2).
Fadhilla Yusri, & Jasmienti. (2017). Pengaruh pemenuhan kebutuhan remaja terhadap perilaku agresif siswa di PKBM Kasih Bundo Kota Bukittinggi. Islam Realitas, 3(1).
Fauza, W., & Chalidaziah, W. (2021). Konseling individual dalam mengatasi perilaku agresif siswa. Syifaul Qulub: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 2(1).
Hatika Mutiasari, & Linda Yarni. (2023). Fenomena bullying dalam kalangan siswa di SMP Negeri 1 Tara. JKPPK, 1(1).
Jahari, J., Khairuddin, H., & Nurjanah, H. (2018). Manajemen peserta didik. Jurnal ISEMA, 3(2), 170–180.
Nursyifa, S. A., & Rosita, T. (2021). Layanan konseling individual dalam meningkatkan kedisiplinan siswa. FOKUS, 4(1).
Rahmadani, D. T. (2022). Proses layanan konseling individu dalam menentukan jurusan sesuai minat siswa. JUANG, 5(1).
Sentana, M. A., & Kumala, I. D. (2017). Agresivitas dan kontrol diri pada remaja di Banda Aceh. Jurnal Sains Psikologi, 51–55.
Siti Khumaidatul Umaroh. (2017). Agresivitas siswa ditinjau berdasarkan iklim sekolah dan keyakinan normatif mengenai agresi. Jurnal Ecopsy, 4(1).
Tentama, F. (2012). Perilaku anak agresif: Asesmen dan intervensinya. Jurnal KESMAS, 6(2).
Wendari, W. N. (2016). Profil permasalahan siswa SMP Negeri di Kota Bogor. Bimbingan dan Konseling, 1, 135.
Zhafarina. (2013). Perilaku agresif remaja ditinjau dari konformitas teman sebaya. Jurnal Nasional. Diakses dari http://www.ilib.usm.ac.id

Skripsi
Imania Mafiroh. (2014). Hubungan antara kecerdasan emosional dengan perilaku agresif remaja pada siswa kelas XI SMA Negeri I Pleret (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Negeri Yogyakarta.
Masri Hermi. (2011). Perilaku agresif anak ditinjau dari pola asuh orang tua di SMPN 2 Labuhan Haji Barat (Skripsi). IAIN Ar-Raniry.



Peraturan Perundang-undangan
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Published
2026-07-28
How to Cite
Maisi, M., Pasilaputra, D., Rahmi, A., & Syam, H. (2026). FAKTOR PENYEBAB PERILAKU AGRESIF SISWA MTsN 6 LIMA PULUH KOTA . Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(03), 311 - 326. https://doi.org/10.36989/didaktik.v12i03.17642