Terapi Seni Tari Responsif Budaya untuk Menurunkan Kecemasan Anak: Intervensi Bermediasi Guru di Bali
Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Abstract
Peningkatan kecemasan anak di lingkungan sekolah menuntut intervensi inovatif yang bebas stigma dan dapat diintegrasikan secara berkelanjutan. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas intervensi seni ekspresif berbasis kearifan lokal melalui tarian tradisional Bali Curik-Curik yang dimediasi oleh guru untuk menurunkan kecemasan siswa di sekolah dasar. Evaluasi program berbasis masyarakat ini melibatkan 9 guru dan siswa kelas IV-VI di SD N 2 Gulingan, Bali. Intervensi mencakup pelatihan partisipatif 16 jam bagi guru dan pendampingan implementasi kelas selama satu bulan. Model Evaluasi Empat Tingkat Kirkpatrick digunakan untuk mengukur kompetensi guru, sementara Spence Children's Anxiety Scale (SCAS) mengevaluasi tingkat kecemasan siswa. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi fasilitasi guru dari rata-rata 42,5% menjadi 88,9%. Selain itu, terjadi penurunan substansial pada persentase kecemasan tinggi siswa dari 35% menjadi 8%, serta peningkatan kategori normal/rendah dari 13% menjadi 65%. Studi ini menyimpulkan bahwa terapi seni tari berbasis kearifan lokal yang dimediasi oleh guru merupakan model intervensi kesehatan mental sekolah yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan.
References
American Dance Therapy Association. (2021). What is dance/movement therapy?. ADTA. https://www.adta.org/what-is-dmt
Bücker, S., Thorisdottir, I., & Silbereisen, R. K. (2022). The impact of school closures on emotional and behavioral problems in children and adolescents: A 3-wave longitudinal study. Child and Adolescent Psychiatry and Mental Health, 16(1), Article 20. https://doi.org/10.1186/s13034-022-00458-2
Jeong, Y. J., Hong, S. C., Lee, M. S., Park, M. C., Kim, Y. K., & Suh, C. M. (2005). Dance movement therapy improves emotional responses and modulates neurohormones in adolescents with mild depression. International Journal of Neuroscience, 115(12), 1711–1720. https://doi.org/10.1080/0020745059095.7809
Koch, S., Kunz, T., Lykou, S., & Cruz, R. (2019). Effects of dance movement therapy and dance on health-related psychological outcomes: A meta-analysis. The Arts in Psychotherapy, 41(1), 46–64.
Malchiodi, C. A. (2011). Handbook of art therapy (2nd ed.). Guilford Press.
Reback, R. (2010). Schools' mental health services and young children's emotions, behavior, and learning. Journal of Policy Analysis and Management, 29(4), 698–725.
Spence, S. H. (1998). A measure of anxiety symptoms among children. Behaviour Research and Therapy, 36(5), 545–566. https://doi.org/10.1016/S0005-7967(98)00034-5
Sulisworo, D., Maryani, I., & Fayanto, S. (2023). Teacher competency improvement through participatory training models in rural schools. Journal of Education and Learning (EduLearn), 17(2), 210–218. https://doi.org/10.11591/edulearn.v17i2.20654
Thorne, S., Smith, J., & Davis, R. (2023). Evaluating professional development programs in education using the Kirkpatrick model. Educational Assessment, Evaluation and Accountability, 35(2), 145–168. https://doi.org/10.1007/s11092-023-09405-y
Wardhani, D. K., & Purwandari, E. (2020). Terapi tari sebagai intervensi psikologis pada anak dengan kecemasan: Sebuah tinjauan sistematis. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 5(2), 88–102.
Widiasih, N. L. R., Gading, I. K., & Sutyaningsih, A. A. A. D. (2023). The implementation of local wisdom-based expressive arts therapy for children's emotional regulation. Heliyon, 9(6), e17234. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e17234











