ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PENYELESAIAN SOAL CERITA MATEMATIKA MATERI GEOMETRI UNTUK SISWA KELAS V SD NEGERI 52 PANGKALPINANG
Abstract
Mathematical critical thinking ability refers to the way students think in order to
analyze problems systematically and clearly, distinguish problems carefully, and
identify and understand the necessary information to plan appropriate strategies for
solving them. The study aimed to look at how well students can use their critical
thinking skills when solving math word problems related to geometry in the fifth
grade of SD Negeri 52 Pangkalpinang. This study used a qualitative descriptive
method. Information was gathered using interviews, watching what happened,
giving tests, and keeping records. The data were analyzed using a qualitative
descriptive approach proposed by Miles and Huberman, which involves three steps:
data reduction, data presentation, and conclusion drawing or verification. To
strengthen the credibility of the results, triangulation of methods and data sources
was applied. The findings indicate that students' ability to think critically in
mathematics reached 71.43%. A total of 71.43% of students were able to interpret
problems correctly, 53.57% could construct mathematical models, 35.71% were
able to apply calculation strategies and solve problems accurately, and only 21.43%
could draw correct conclusions. Therefore, it can be concluded that most students
are still in the low category in mathematical critical thinking skills.
References
Analisis kesalahan siswa dalam
menyelesaikan soal cerita
matematika pada topik persamaan
linear tiga variabel di SMA Negeri
1 Cerme, Gresik, Jawa Timur.
Dewi, & Wijaya, T. T. (2019). Analisis
kemampuan berpikir kritis
matematis siswa pada topik
lingkaran dan geometri bidang datar
di SMP. JPMI (Jurnal Pembelajaran
Matematika Inovatif), 2(6), 371–379.Facione, P. A. (2015). Berpikir kritis:
Apa itu dan mengapa hal itu
penting. Insight Assessment.
Hanipa, A., Akbar, V. T., Jalan, T., &
Jenderal, S. (2016). Persamaan
linear dua variabel pada siswa.
Jurnal Pendidikan, 1(2), 15–22.
Hendryawan, & Dwiyanti, W. (2017).
Berpikir kritis siswa SMP dalam
pembelajaran berbasis masalah
menggunakan pendekatan
motivasional Green. Jurnal
Matematika dan Pendidikan
Matematika, 8(2), 50–58.
Ishartono, A. R. (2022). Keterampilan
berpikir kritis siswa dalam
menyelesaikan masalah aritmetika
sosial ditinjau dari kemampuan
matematis dan gender. Cendekia:
Jurnal Pendidikan Matematika,
6(3).
Ida, S., Aziz, R., & lainnya. (2021, 9
Desember). Keterampilan berpikir
kritis dan kreatif dalam
menyelesaikan soal cerita
matematika bagi siswa sekolah
dasar. Jurnal Tatsqif, 19(2).
Karim, & Normaya, N. (2015).
Kemampuan berpikir kritis siswa
dalam pembelajaran matematika
menggunakan model Jucama di
SMP. EDU-MAT: Jurnal Pendidikan
Matematika, 3(1).
Maulina Hendrik, & Arafatun, S. karnita.
(2018). Pengembangan Media
Pembelajaran Nganggung Di
Kelas Rendah. 6(September),
162–171.
Nurjanah, & Meilanto. (2024).
Pembelajaran interaktif melalui
model SAVI dengan mind mapping
sebagai upaya meningkatkan
keterlibatan belajar siswa.
Cendekiawan, 6(1), 1–10.
Pratiwi, W. A., Susanto, H., & Sari, A. D.
(2020). Analisis kemampuan
berpikir kritis matematis siswa di
sekolah dasar. Jurnal Pendidikan
Matematika, 14(1), 55–64.
Rosliani, & Munandar, D. R. (2022).
Analisis kemampuan berpikir kritis
matematis siswa kelas VII pada
materi pecahan. Educatio FKIP
Unma, 8(2), 401–409.
Rani, & Hasratuddin. (2021). Analisis
kemampuan berpikir kritis
matematis siswa melalui
pendekatan pendidikan matematika
realistik di SMP Negeri 3 Stabat.
Educatif: Jurnal Penelitian
Pendidikan, 2(3), 47–52.
Sugiyono. (2017). Metodologi penelitian:
Kuantitatif, kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta, CV.
Syafruddin, D., & Pujiastuti, H. (2020).
Analisis kemampuan berpikir kritis
matematis siswa dalam
pembelajaran matematika. Jurnal
Pendidikan Matematika, 9(1), 35–
44.
Wiyana, P. (2018). Penerapan model
pembelajaran berbasis masalah
untuk meningkatkan kemampuan
berpikir kritis siswa. Jurnal
Pendidikan, 19(2), 150–161.











