PENGEMBANGAN MODUL AJAR BANGUN RUANG BERBASIS LINGKUNGAN DENGAN PENDEKATAN PjBL SISWA KELAS VII
Abstract
Students' geometric thinking skills are still relatively low, because there is a lack of
innovation in the learning media used and the learning model used is still not
attractive. Students need learning media that can help them improve their geometric
thinking skills to be more effective through interactive learning modules. This
research aims to develop interactive learning media in the form of a valid
environment-based space building teaching module using a project-based learning
(PjBL) approach. This research uses the research and development (R&D) method
with the ADDIE development model, which is focused on three stages, namely, the
analysis stage, the design stage, and the development stage. The results of the
study showed that media experts got an average score of 3.26 with a very valid
category and material experts got an average score of 3.51 with a very valid
category. Overall, the average validation score of the two experts obtained a score
of 3.38 with a very valid category. Based on these results, the environment-based
building learning module with the PjBL approach meets the feasibility standards and
can be piloted on grade VII students of mathematics learning.
References
agar siswa dapat lebih aktif pada
proses pembelajaran. Melalui
pendekatan PjBL dimana pada
pendekatan ini menekankan pada
proses pembelajaran berbasis proyak
yang akan membuat siswa lebih aktif
untuk mengerjakann proyek dengan
hasil luaran suatu produk (Cindy Nurul
Afwa et al., 2023). Modul ini juga
dilengkapi materi dengan visual yang
dapat dibayangkan siswa dalam
kehidupan sehari-hari, hal ini
digunakan untuk membantu siswa
dalam meningkatkan kemampuan
berpikir geometris siswa khususnya
pada meteri bangun ruang.
Saran dari peneliti untuk
pengembangan media pembelajaran
yaitu agar lebih mengutamakan
efektivitas dan inklusivitas dalam
desain media pembelajaran. Selain itu
pendekatan yang digunakan harus
disesuaikan dengan karakteristik serta
kebutuhan siswa. Penggunaan
anisamsi serta teks yang ada pada
media pembelajaran harus
mempermudah siswa dalam
memahami materi. Dengan
pengembangan yang lebih adaptif,
media pembelajaran dapat menjadi
sarana yang lebih efektif dalam
emningkatkan kemampuan berpiki
geometris siswa.
E. Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang telah
dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa
penggunaan buku yang tersedia
disekolah kurang efektif, serta proses
pembelajaran dengan metode
konvensional membuat siswa
cenderung pasif pada proses
pembelajaran. Media pembelajaran
yang melibatkan siswa dapat aktif
dalam proses pembelajaran dapat
menjadi solusi yang menarik bagi
siswa. Modul pembelajaran bangun
ruang berbasis lingkungan dengan
pendekatan PjBL dirancang untuk
kemampuan berpikir siswa khususnya
materi bangun ruang. Penilaian akhis
dari ahli materi dan ahli media
memperoleh nilai 3,38 dengan
kategori sangat valid. Dengan
demikian modul pembelajaran bangun
ruang berbasis lingkngan dengan
pendekatan PjBL untuk kelas VII
memiliki tingkat validitas sangat valid
dan layak digunakan sebagai media
pembelajaran matematika bagi siswa
kelas VII.
DAFTAR PUSTAKA
Anwar, A. (2020). Identifikasi Tingkat
Berpikir Geometri Siswa
Berdasarkan Teori Van Hiele.
Jurnal Pendidikan Matematika
(JUDIKA EDUCATION), 3(2),
85–92.
https://doi.org/10.31539/judika.v3
i2.1616
Chuseri, A., Anjarini, T., & Purwoko,
R. Y. (2021). Pengembangan
Modul Matematika Berbasis
Realistik Terintegrasi Higher
Order Thinking Skills (Hots)
Pada Materi Bangun Ruang.
Alifmatika: Jurnal Pendidikan
Dan Pembelajaran Matematika,
3(1), 18–31.
https://doi.org/10.35316/alifmatik
a.2021.v3i1.18-31
Cindy Nurul Afwa, Erni Puji Astuti, &
Wharyanti Ika Purwaningsih.
(2023). PENGEMBANGAN
MODUL AJAR MATEMATIKA
BERBASIS PjBL UNTUK











